Sering Galau Berakibat Buruk Bagi Kecerdasan

Sering Galau berakibat buruk bagi kecerdasan

 

Saat sedih, kamu seolah-olah masuk ke dalam kotak hitam yang gelap. Kamu merasa tidak tahu harus berbuat apa, tidak mempunyai jalan keluar, dan seperti tidak memiliki harapan. Kamu mencoba untuk menoleh ke arah kanan kiri depan dan belakang hanya untuk sekedar menemukan teman, tapi kamu sadar bahwa tidak ada seorang pun di dekat kamu. Mungkin kamu pernah merasakan hal tersebut saat gagal meraih apa yang diinginkan, atau ditinggalkan saat lagi sayang-sayagnya. Mungkin kamu memilih untuk berada di dalam kamar, mendengarkan lagu galau, dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Namun, apa yang terjadi jika kamu terlalu lama berada dalam kesedihan atau gagal move on? Fakta ilmiah mengungkapkan bahwa terlalu sering galau bisa berakibat fatal pada kecerdasan mu.

Sebelum membahas lebih jauh, ada 3 bagian otak utama untuk dipahami yang berhubungan dengan kesedihan yaitu hippocampus, prefrontal cortex dan amygdala. Hippocampus memiliki dua fungsi yaitu menyimpan ingatan (memori) dengan membentuk sel otak (neuron) dan mengatur produksi hormon kortisol. Prefrontal cortex berfungsi untuk membentuk ingatan baru, mengatur emosi dan membuat keputusan. Dan Amygdala berfungsi untuk mengatur respons emosional, seperti kesenangan dan ketakutan.

Saat merasa sedih, otak kamu akan memproduksi hormon kortisol (hormon stres). Sebenarnya, fungsi dari hormon kortisol adalah untuk mengendalikan stres. Jadi, semakin besar kesedihan yang kamu rasakan, semakin banyak hormon kortisol yang dikeluarkan untuk mengendalikan kesedihan tersebut. Namun, saat jumlah hormon kortisol dalam otak semakin banyak yang disebabkan oleh intensitas kesedihan yang berlarut-larut, disinilah masalah mulai muncul.

Saat hippocampus, bagian otak yang berfungsi untuk menyimpan ingatan (memori), menerima terlalu banyak hormon kortisol, fungsi hippocampus tersebut akan terganggu. Otak kamu akan kesulitan dalam mengingat dan memanggil ulang memori yang sudah disimpan. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu menyebutnya dengan istilah ‘lemot’. Semakin sering kamu bersedih, semakin lambat atau ‘lemot’ kinerja otak kamu.

Hippocampus menyimpan ingatan (memori) dalam bentuk sel otak (neuron). Caranya adalah dengan membentuk sel otak (neuron) baru saat kamu otak kamu bertemu dengan hal-hal baru. Contoh jika tulisan ini adalah hal baru bagi mu, otak kamu saat ini sedang membentuk sel otak atau neuron baru. Semakin banyak hal-hal baru yang kamu baca, semakin banyak sel otak yang kamu miliki. Banyak sedikitnya sel otak inilah yang menentukan kecerdasan kamu. Saat jumlah hormon kortisol dalam otak terlalu banyak, hormon tersebut dapat merusak sel otak (neuron) yang kamu miliki yang berakibat pada terhapusnya pengetahuan atau ilmu yang sudah kamu pahami.

Tidak hanya itu, Prefrontal cortex yang berfungsi untuk membentuk ingatan baru, mengatur emosi, dan membuat keputusan akan juga mengalami penurunan yang disebabkan oleh jumlah hormon kortisol yang terlalu banyak. Jika sebelumnya fungsi penyimpanan yang terganggu sehingga kamu sulit untuk mengingat, gangguan pada Prefrontal cortex menyebabkan kamu sulit untuk mempelajari hal baru, atau dengan kata lain kamu akan kesulitan untuk membentuk memori baru dalam otak kamu. Mungkin kamu akan bergumam ‘mengapa saya susah sekali menghafal, mengapa sulit sekali untuk mengerti dan memahami ini, mengapa saya mudah lupa’.Orang dengan tingkat kegalauan tinggi akan semakin sulit untuk mengingat apa yang sedang dipelajari dibandingkan dengan orang yang lebih bahagia.

Selanjutnya, Fungsi Prefrontal cortex yang lain adalah membuat keputusan. Gangguan pada Prefrontal cortex menyebabkan gangguan saat mengambil keputusan. Oleh karena itu, orang yang sedih berlarut-larut dapat melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri seperti melukai dan menyakiti diri sendiri. Gangguan ini juga menjadi alasan orang yang sedang patah hati, gagal tes, dan lain-lain melakukan hal-hal bodoh atau tidak logis dalam pandangan orang-orang dalam kondisi biasa.

Selanjutnya, bagian otak yang juga terpengaruh adalah Amigdala. Jumlah hormon kortisol yang banyak akan memperbesar ukuran Amigdala dan membuat Amigdala semakin aktif. Hal tersebut menyebabkan seseorang menjadi lebih sensitif, mudah marah, bad mood, bete’ dan lain-lain. Pada keadaan ini, seseorang akan merasa ‘kamu tidak mengerti aku’ saat kamu mencoba untuk memberikan nasehat. Dia akan merasa ‘kamu tidak paham keadaan ku’ saat kamu berusaha untuk membuatnya tenang. Jika kamu bertemu dengan orang yang sedang dalam keadaan sedih, yang harus kamu lakukan adalah diam dan biarkan dia menghabiskan seluruh energi yang dia miliki untuk bercerita kepada mu dan mengeluarkan beban yang dimiliki karena semua hal yang dia butuhkan adalah didengarkan dan dipahami.

nb: Kamu juga bisa berbagi inspriasi dengan tulisan dengan cara mengirimkan tulisan mu ke scholarsofficial1@gmail.com

3 thoughts on “Sering Galau Berakibat Buruk Bagi Kecerdasan

  1. Wulan Safitri says:

    Tulisannya sangat bermanfaat, kak. Jadi kalau ada orang mau bergalau ria bisa mikir – mikir dulu, takutnya nanti kecerdasannya berkurang. Hehehe. Terimakasih wawasannya, kak. The best lah. Lanjutkan!

  2. Wulan Safitri says:

    Kece banget lah karyanya. Lanjutkan, kak!

  3. Qurrotul aini says:

    Tulisannya sangat bagus dan dapat menambah wawasan, makasih infonya kak!

Leave a Reply

Your email address will not be published.