Essay Beasiswa LPDP: Hindari 12 hal ini karena bikin esai mu terlihat B aja di hadapan penyeleksi beasiswa LPDP
Jangan sampai usaha berbulan-bulanmu gugur cuma gara-gara esai yang terlihat ‘B aja’ di mata penyeleksi.
Kamu mungkin sudah punya pengalaman keren, niat belajar yang kuat, dan cita-cita kontribusi yang jelas. Tapi kalau semua itu gak tersampaikan dengan kuat di esai, peluang lolos bisa langsung menipis.
Faktanya, banyak pelamar beasiswa LPDP yang gagal bukan karena mereka nggak layak, tapi karena esai mereka nggak berhasil menangkap perhatian.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Nah, biar kamu gak masuk kategori ‘lumayan, tapi skip aja dulu’ — wajib banget hindari 12 kesalahan umum ini.
- Membuka esai dengan cerita “berasal dari keluarga sederhana”
contoh:
- saya berasal dari keluarga sederhana sehingga…..
- Terlalu banyak menyebutkan prestasi tapi gak relevan dengan tujuan studi dan kontribusi
- Template dan terasa tidak otentik
Kalau kamu nulis esai jangan sampek copas punya orang ya, tunjukkan pengalaman mu saja.
Contoh yang salah:
“Saya ingin melanjutkan studi S2 di luar negeri karena saya percaya pendidikan adalah kunci masa depan bangsa.”
(Kalimat ini terlalu umum, sering dipakai banyak orang, dan tidak menunjukkan siapa kamu sebenarnya.)
Contoh yang benar:
“Sebagai tenaga kesehatan yang sudah lima tahun bekerja di daerah 3T, saya melihat langsung bagaimana rendahnya literasi gizi memengaruhi angka stunting. Inilah yang mendorong saya untuk mengambil S2 di bidang Public Health, agar saya bisa merancang program intervensi berbasis komunitas yang tepat sasaran.”
- Minim riset tentang kampus dan program studi
Sebelum menulis esai pastikan kamu harus tau tentang kampus dan prodi tujuanmu dan sesuaikan dengan tantangan yang ingin kamu selesaikan
Contoh yang salah:
“Saya ingin kuliah di luar negeri karena universitasnya bagus dan terkenal.”
(Ini menunjukkan kamu belum riset. Tidak spesifik dan tidak menunjukkan alasan relevan dengan tujuanmu.)
Contoh yang benar:
“Saya memilih Master of Environmental Policy di Wageningen University karena program ini berfokus pada pendekatan kebijakan berbasis data dan memiliki mata kuliah seperti ‘Environmental Law & Governance’ yang relevan dengan upaya advokasi lingkungan di Indonesia. Fokus ini sejalan dengan rencana kontribusi saya untuk memperkuat kebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.”
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP: Mission Statement Salah Satu Komponen Terpenting Dalam Essay LPDP
- Menunjukkan rasa nasionalisme yang overdosis tanpa rencana rill
Contoh: “Saya ingin membangun bangsa dan negara.” tapi belum punya cara untuk mewujudkannya
- Menulis cerita secara berlebihan sehingga terkesan pencitraan
Penyeleksi lebih suka yang jujur soal kegagalan dan growth journey-nya.
Contoh
❌ “Saya selalu menjadi pemimpin yang sukses.”
✅ “Saya pernah gagal memimpin, tapi dari situ saya belajar…”
- Visi jangka panjangnya kabur
Lebih baik jelaskan 5–10 tahun ke depan kamu akan melakukan apa, di mana, dan dengan siapa.
- Minim Data dan Bukti
Esai yang kuat butuh cerita nyata dan data pendukung.
- Terlalu Panjang dan Berputar-putar
Penyeleksi baca ratusan esai. Langsung to the point, tetap runtut biar penyeleksi gak ngantuk bacanya
- Nggak Ada Kepribadian
Jangan sampai esaimu terasa kayak AI yang nulis netral, tambahkan sedikit human touch
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP: 4 Kesalahan Fatal yang Harus Kamu Hindari Dalam Menulis Essay LPDP
- Kaku & Terlalu Akademis
LPDP bukan skripsi, esai kamu harus komunikatif dan relatable.
- Terlalu Umum, Nggak Personal
Contoh:
“Saya ingin membangun Indonesia lewat pendidikan.”
Semua orang juga bilang gitu. Kalau kamu nggak ngasih pengalaman nyata, atau insight unik, esaimu nggak akan ninggalin kesan.
Baca juga: Essay Beasiswa LPDP: Wajib Tahu Sebelum Nulis Essay!
4 Format & 5 Isi Ini Bikin Kamu Lolos Beasiswa LPDP
Ingin essay beasiswa LPDP makin menarik?Scholars punya rahasianya untukmu!


