9 Cara Elegan Biar Tidak Terkesan Arrogant
Saat menulis Prestasi di Essay Beasiswa LPDP
prestasimu tetep terlihat menonjol, profesional, dan meyakinkan
Menuliskan prestasi di esai Beasiswa LPDP memang tricky. Di satu sisi, kamu harus menunjukkan pencapaian terbaikmu. Di sisi lain, salah wording sedikit saja bisa membuatmu terkesan sombong atau terlalu “jualan diri”.
Nah, supaya prestasimu tetap terlihat menonjol, profesional, dan meyakinkan tanpa kesan arrogant, ada 9 cara elegan yang bisa kamu terapkan saat menulis prestasi di esai Beasiswa LPDP.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
- Sebaiknya tidak menggunakan kata yang hiperbola
Prestasimu tidak harus atau tidak perlu dibungkus dengan klaim yang berlebihan yang malah jatuhnya akan menjadi over claim karena biasanya reviewer lebih menghargai kejujuran.
Contoh:
Jangan: “Saya satu-satunya mahasiswa yang bisa menyelesaikan proyek ini dengan sempurna.”
Lebih baik: “Proyek ini memberikan saya tantangan besar dan saya bersyukur dapat menyelesaikannya dengan hasil yang memuaskan.”
- Gunakan kata “kami” pada prestasi tim
Contoh
Jangan: “Saya memimpin tim hingga memenangkan kompetisi internasional.”
Lebih baik: “Melalui kolaborasi tim yang solid, kami berhasil memenangkan kompetisi internasional. Ini menjadi pengalaman berharga tentang pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.”
- Fokus pada kontribusi, jangan hanya pada pencapaian
Biasanya reviewer atau tim selektor lebih ingin tahu apa yang kamu lakukan atau proses yang kamu lakukan untuk mencapai prestasi mu bukan apa yang kamu juarai
Contoh
Jangan: “Saya memimpin tim hingga memenangkan kompetisi internasional.”
Lebih baik: “Melalui kolaborasi tim yang solid, kami berhasil memenangkan kompetisi internasional. Ini menjadi pengalaman berharga tentang pentingnya kerja sama dalam mencapai tujuan bersama.”
Baca juga: Mau lolos beasiswa LPDP 2026?Berikut Hal-hal yang meningkatkan Peluang Lolos Mu
- Gunakan nada rendah hati tapi tidak merendahkan diri
Contoh
Jangan: “Saya berhasil memecahkan masalah yang bahkan para ahli kesulitan menyelesaikannya.”
Lebih baik: “Dalam proses penyelesaian proyek tersebut, saya berkolaborasi dengan berbagai pihak dan belajar banyak hal yang membantu proyek tersebut mencapai tujuan.”
- Kaitkan prestasi dengan dampak positif yang dihasilkan oleh prestasimu
Contoh
Jangan: “Saya mendirikan komunitas belajar yang sangat sukses.”
Lebih baik: “Melalui komunitas belajar yang saya dirikan, saya senang bisa membantu teman-teman meningkatkan pemahaman mereka di bidang tertentu.”
- Kaitkan prestasimu dengan tujuan beasiswa
Contoh
Jangan: “Prestasi saya menunjukkan bahwa saya pantas mendapatkan beasiswa ini.”
Lebih baik: “Pencapaian ini menjadi salah satu motivasi saya untuk terus berkembang dan berkontribusi lebih besar pada bidang yang saya tekuni, sejalan dengan tujuan program beasiswa ini.”
- Tulis prestasimu sebagai bagian dari perjalananmu dalam pengembangan diri
Contoh: “Saya memulai penelitian ini tanpa banyak pengalaman tetapi dukungan dari mentor dan kerja keras membantu saya mencapai hasil yang membanggakan.”
- Pilih kata yang tepat
Hindari kata-kata yang mengagungkan diri sendiri seperti “terbaik, paling hebat atau tak tertandingi”
Ganti dengan “bersyukur, berkesempatan atau diberi kepercayaan”
- Gunakan data yang dapat diverifikasi
Pastikan setiap klaim bisa dibuktikan, misalnya melalui sertifikat, laporan kerja atau referensi lainnya.
Reviewer LPDP justru lebih tertarik pada cara kamu bercerita, bukan seberapa banyak prestasi yang kamu sebutkan. Dengan 9 cara elegan ini, prestasimu bisa tetap menonjol, profesional, dan meyakinkan tanpa terkesan arogan.
Di Scholars Corner Pro, teknik ini dipakai dan ditambah teknik lainnya agar essay beasiswa mu terlihat kuat, rapi, dan lolos standar reviewer.
Menonjol itu wajib tapi Arrogant itu fatal
Butuh tips lainnya buat nyusun essay beasiswa LPDP mu?
DM “Persiapan Essay beasiswa” to keep the slot


