Panduan Penulisan Proposal Beasiswa Dexa Award 2022 untuk Kuliah S2 Dalam Negeri
Beasiswa Dexa Award juga cukup rutin membuka pendaftaran tiap tahunnya. Di tahun 2022 ini, beasiswa Dexa Award kembali menargetkan para lulusan S1 atau mahasiswa tahun akhir S1 untuk menjadi penerima beasiswanya. Nah, untuk mendaftar beasiswa ini, salah satu persyaratan utama yang harus kamu penuhi adalah proposal. Untuk itu, agar kamu paham seperti apa proposal yang dipersyaratkan serta bagaimana panduan penulisannya, yuk simak artikelnya di bawah ini. Untuk persiapan beasiswa lain, click di sini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Motivasi
Motivasi yang dimaksud adalah dasar timbulnya ide penulisan proposal ini. Motivasi bisa juga disebut sebagai latar belakang penulisan yang format penulisannya dalam satu paragraph dengan maksimal 10 baris. Dasar ide penulisan proposal dapat berupa hal-hal yang dipelajari saat penelitian di jenjang S1 (bagi yang sudah lulus), pengamatan dan pengalaman pribadi tentang lingkungan sekitar, atau studi literatur. Tentunya ide penulisan proposal harus tetap sesuai dengan tema yang ditentukan, yaitu bidang kesehatan.
Baca juga: Pahami Ini Sebelum Mendaftar Beasiswa MEXT untuk Kuliah S1 S2 dan S3 ke Jepang
Pendahuluan
Setelah menuliskan motivasi, maka kamu akan diminta untuk menuliskan pendahuluan dalam proposalmu. Seperti pendahuluan pada umumnya, tentunya berisi teori dan informasi yang mendukung ide, pendekatan, strategi, dan metode penelitian. Format penulisan pendahuluan ditulis dalam maksimal 2 halaman, mencantumkan sitasi atau kutipannya, font penulisan Cambria, ukuran 12, serta spasi 1. Di akhir pendahuluan pastikan untuk menuliskan hipotesis dari penelitian, termasuk hipotesis alternatifnya.
Baca juga: Penjelasan Tahapan Seleksi Beasiswa MEXT untuk Kuliah S1 S2 dan S3 di Jepang
Metodologi
Pada bagian metodologi, kamu diminta untuk mencantumkan tahapan dari penelitian yang akan dilakukan. Namun, perlu diperhatikan bahwa tahapan yang dimaksud adalah gambaran secara umumnya, bukan prosedur detail bagaimana kamu melakukan eksperimen terhadap penelitianmu. Artinya, proses yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan hasil dari penelitian tersebutlah yang harus dituliskan dalam bagian ini. Jika ada, kamu bisa menambahkan metode alternatif untuk mendapatkan hasil. Format penulisan metodologi yaitu ditulis dalam maksimal 2 halaman dengan bentuk teks maupun dalam bentuk bagan.
Baca juga: Panduan Penulisan Rencana Studi Beasiswa Pendidikan Indonesia 2022
Referensi
Penulisan daftar rujukan atau referensi juga tak bisa kamu sepelekan atau bahkan lupakan. Justru bagian ini adalah salah satu poin penting dalam penulisan proposal. Jumlah daftar rujukan tidak dibatasi, namun minimal 50 persen dari rujukan tersebut haruslah publikasi 10 tahun terakhir. Artinya, setengah dari jumlah rujukanmu haruslah terbitan terbaru, sementara setengah lainnya, kamu bisa menggunakan terbitan lebih dari 10 tahun yang lalu. Penulisan referensi diurutkan berdasarkan urutan kemunculan dalam isi proposal. Untuk contoh penulisan referensi dapat kamu download di sini.
Baca juga: Panduan Penulisan Esai Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) 2022


