Pengalaman Mendaftar Lolos dan Kuliah di PKN STAN

Pengalaman Mendaftar Lolos dan Kuliah di PKN STAN

Halo semuanya, perkenalkan nama saya Iwan Syahlan, panggil saja Syahlan. Saya adalah mahasiswa D3 Akuntansi PKN STAN 2019. PKN STAN adalah perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan D1, D3, dan D4 di bidang keuangan negara. PKN STAN berada di bawah Kementerian Keuangan. PKN STAN memiliki 4 jurusan, yaitu Akuntansi (Program Studi D3 dan D4 Akuntansi), Pajak (Program Studi D1 dan D3 Pajak serta D3 PBB/Penilai), Kepabeanan dan Cukai (Program Studi D1 dan D3 Kepabeanan dan Cukai), serta Manajemen Keuangan (Program Studi D1 dan D3 Kebendaharaan Negara dan D3 Manajemen Aset). Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

PKN STAN memiliki banyak keunggulan, seperti biaya kuliah gratis dan prospek kerja yang terjamin. Hal ini menjadi alasan jumlah pendaftar PKN STAN terus meningkat di setiap tahunnya. Di universitas-universitas lain, pihak universitas menetapkan Uang Kuliah Tunggal (UKT)  atau uang semesteran. Sedangkan, di PKN STAN tidak ada aturan pembayaran UKT atau biaya kuliah. Karena biaya perkuliahan di PKN STAN sudah ditanggung pemerintah melalui mekanisme APBN. Selain itu, prospek kerja lulusan PKN STAN sangat terjamin. Para lulusan PKN STAN tidak perlu mencari pekerjaan karena 100% akan dijamin penempatan oleh pihak lembaga.

Program Studi di PKN STAN terbagi dua, yaitu program studi reguler dan program studi non reguler. Program studi reguler adalah program studi yang ditujukan bagi lulusan SMA sederajat. Sedangkan program studi non reguler hanya ditujukan bagi alumni PKN STAN yang ingin melanjutkan kembali pendidikannya di PKN STAN.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Utusan Daerah S1 di IPB

Persiapan Masuk PKN STAN

Berdasarkan pengalaman pribadiku saat mempersiapkan diri untuk kuliah di PKN STAN, ada beberapa hal penting yang bisa kamu contoh. Kamu bisa menjadinya sebagai bahan pertimbangan untuk mempersiapkan diri untuk kuliah di PKN STAN, yaitu belajar, berdoa, latihan fisik, update informasi pendaftaran, dan update info-info persiapan masuk kuliah. Kamu bisa mencontoh pembagian waktu belajarku. Pada hari Senin aku belajar SKD (TWK, TIU, TKP). Pada hari Rabu aku belajar TPA. Pada hari Jumat aku belajar TBI. Pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu aku belajar ujian lain. Sedangkan, pada hari Minggu aku mengulang-ulang semua materi dan berlatih soal serta Try Out.

Setiap harinya aku belajar mulai jam 4 sampai 6 pagi, jam 1 sampai 3 siang, dan jam 7 sampai 10 malam. Aku masih membaginya lagi, jam 4 sampai jam 6 pagi aku biasanya membaca dan menghafalkan materi. Kemudian, pada jam 1 sampai jam 3 siang aku melanjutkan membaca materi, menonton youtube tentang ulasan materinya, dan membuat resume. Sedangkan, jam 7 sampai jam 10 malam aku latihan soal dan pembahasan.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa IDCloudHost

Yang paling penting dari cara belajarku ini adalah TARGET. Jadi, semua harus ada target belajar. Bisa target mingguan atau bahkan harian. Kalau aku menggunakan target harian. Jadi, misalnya Jumat minggu ini aku belajar TBI materi Tenses, maka jumat depannya aku harus sudah sampai materi Subjunctive. Aku selaku bikin target kalau sekali baca minimal 1 bab selesai, dan 1 hari minimal menguasai 1 bab. Target perlu karena kalau ada target kita akan tau jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar.

Salah satu tes yang menggagalkan banyak pendaftar adalah SKD, khususnya TKP. Pada dasarnya, pada TKP kamu harus menjadi pribadi yang sempurna. Artinya, kamu harus benar-benar baik dalam berbagai aspek. Dalam memilih jawaban, pilihlah yang membawa manfaat ke orang lain. Selain itu, kamu juga harus memilih jawaban yang tidak membuat rugi diri sendiri, sebisa mungkin kita juga memperoleh manfaatnya. Artinya, kamu harus mempertimbangkan dari sisi dirimu sendiri sekaligus dari sisi sosial. Di TKP, kamu tidak perlu mencari jawaban yang paling sesuai sama diri kami, yang terpenting adalah jadilah pribadi yang SEMPURNA. Untuk tes lain seperti TWK, kalian harus banyak membaca, resume materi, jangan lupa untuk menghafalkan materi-materi penting, serta perbanyak latihan soal. TIU hampir seperti TPA, tapi lebih mudah. Jadi kalau kamu sudah bisa TPA, pasti bisa juga mengerjakan TIU.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa YBM BRI untuk Mahasiswa S1

Alur Pendaftaran di PKN STAN

PKN STAN hanya memiliki 1 jalur pendaftaran, yaitu SPMB PKN STAN. PKN STAN menetapkan biaya pendaftaran senilai 309.000 Rupiah (berdasarkan biaya pendaftaran tahun-tahun sebelumnya). Tata cara pendaftaran SPMB PKN STAN adalah, pertama login di website https://sscasn.bkn.go.id/ dengan NIK masing-masing. Selanjutnya, buat akun dengan username dan password, lalu pilih sekolah kedinasan tujuan (misalnya PKN STAN). Setelah itu, login di website https://www.spmb.pknstan.ac.id/ dengan username dan password dari website pertama. Kamu bisa mulai melengkapi berkas dan data diri. Kamu juga harus memilih 3 program studi prioritas di PKN STAN (sebagai contoh, aku memilih D3 Akuntansi, D1 Pajak, dan D3 PBB/Penilai). Kemudian, kamu akan mendapatkan 2 pertanyaan, yaitu bersediakah ditempatkan di luar spesialisai yang dipilih dan bersediakah ditempatkan di spesialisasi Bea Cukai.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa SAE untuk Kuliah D3 dan D4

Tes Fisik

Tes Fisik terbagi dua, yaitu Bea Cukai (BC) dan Non Bea Cukai (Non-BC). BC adalah tes fisik atau Uji Kompetensi Keahlian bagi pendaftar yang memilih jurusan Bea Cukai (tapi tidak semua yang milih BC akan UKK BC juga, tergantung nanti pengumumannya kalian dapat BC atau Non BC). Tes fisik untuk BC adalah Lari 12 menit, Shuttle Run, Push Up, Shit Up, serta Pull Up. Sedangkan Non BC adalah Uji Kompetensi Keahlian bagi pendaftar yang tidak memilih Bea Cukai atau yang secara kuota sudah kemungkinan besar tidak diterima di  BC. Tes fisik untuk Non-BC adalah lari 12 menit dan Shuttle Run.

Tips untuk lari 12 menit adalah jangan hanya berfikir bahwa yang paling jauh jarak larinya maka dialah yang lolos. PKN STAN tidak pernah mengeluarkan batas minimal jarak lari, jadi kamu tak perlu khawatir tentang jarak larimu. Penilaian bukan hanya pada jarak, tapi juga sikap. Maksudnya, waktu kalian lari 12 menit, meskipun kalian sudah lelah jangan sampai jalan, lebih baik lari-lari kecil. Pada saat disuruh meneriakkan nomor punggung, teriaklah sekencang-kencangnya. Pengalamanku pada saat lari 12 menit, pada 1 menit terakhir aku mempercepat lariku. Jadi, hal terpenting adalah lari kalian konsisten. Jangan lari kencang pada awalnya, tapi makin lama makin lambat dan malah jalan. Kamu bisa lari-lari kecil pada awal, namun semakin mempercepatnya di menit-menit terakhir.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Cargill Global Scholar

Tes Kesehatan

Selain tes fisik, ada juga tes kesehatan yang meliputi tes tekanan darah, tinggi badan, berat badan, mata, THT, gigi, denyut dadi, serta varises. Bagi yang cedera fisik, seperti riwayat patah tulang. Kamu masih memiliki kesempatan untuk diterima di PKN STAN. Selama cedera yang kamu alami tidak menyebabkan kelumpuhan. Bagi yang memiliki tindik, kamu bisa melepasnya dulu. Bagi yang memiliki masalah dengan giginya, tidak masalah. Pengalamanku kemarin, ada 1 gigiku yang berlubang, Tapi, untuk lebih aman kalian bisa periksa ke dokter gigi dan ditambal dulu giginya.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa S2 Universitas Pertahanan

Perkuliahan di PKN STAN

Pengalaman yang sangat luar biasa bisa menjadi salah satu bagian dari PKN STAN. Perbedaan PKN STAN dengan universitas-universitas lain adalah dalam segi OSPEK (DINAMIKA PKN STAN). Ospek di PKN STAN jauh dari kata Bully, kekerasan dan lain sebagainya. Pada hari pertama akan ada Capacity Building, para peserta ospek dilatih langsung oleh tentara. Jadi, ospeknya terkesan seperti taruna militer. Tapi, justru sangat seru. Selain itu, ada penampilan budaya kesenian dari daerah-daerah di Indonesia.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa Telkom di Universitas Telkom

Jadwal perkuliahan di PKN STAN seperti saat SMA. Pihak kampus yang menentukan jadwal. Waktu perkuliahan di PKN STAN di mulai pada hari Senin sampai Sabtu. Tapi tidak benar-benar full kuliah yah, ada juga yang kuliah cuman 3 hari atau 4 hari. Di PKN STAN ada juga kelas malam yang dibatasi maksimal sampai jam 22.00. Kegiatan pembelajaran di PKN STAN sangat seru. Dosen sangat aktif menjelaskan dan dijamin kamu akan cepat memahami materi-materi perkuliahan.

Tahun ini memberlakukan kebijakan baru yaitu untuk mahasiswa D3 tingkat 1 akan dicampur kelasnya. Jadi, jurusan akuntansi bisa satu kelas dengan jurusan Bea Cukai ataupun jurusan lain. Kebijakan ini diberlakukan karena mata kuliah untuk tingkat 1 adalah mata kuliah pengantar dan mata kuliah umum. Pada semester 1, ada Pengantar Ekonomi, Pengantar Ilmu Hukum, Pengantar Akuntansi 1, Pengantar Pengelolaan Keuangan Negara (PPKN) 1, Agama, Bahasa Inggris, Etika dan Anti Korupsi, serta Pancasila. Di semester 2, ada Pengantar Akuntansi 2, Hukum Perdata, Ekonomi Mikro, PPKN 2, Budaya Nusantara, B. Indo, dan lain-lain.

Baca juga: Cara Mendaftar dan Mendapatkan Beasiswa DataPrint

Leave a Reply

Your email address will not be published.