8 Pertanyaan ‘Menjebak’ di Wawancara LPDP yang Sering Membuat Kandidat Terpeleset dan Cara Mengatasinya
Wawancara LPDP bukan sekadar sesi tanya jawab tapi momen untuk menunjukkan siapa kamu sebenarnya di balik CV dan prestasi akademik. Sayangnya, banyak kandidat justru terpeleset di pertanyaan yang tampak sederhana tapi penuh jebakan.
Di sini, kamu akan mengenal 8 pertanyaan “menjebak” yang sering bikin peserta panik, beserta cara cerdas menjawabnya agar kamu tetap tenang, taktis, dan tampil meyakinkan di depan pewawancara.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
Pertanyaan
- Mengapa memilih kampus A bukan B?
Hindari menjawab dengan
- Karena kampus A lebih terkenal.
- Karena banyak teman saya kuliah di sana.
- Karena kampus B susah masuknya.
- Karena kampus A lebih mudah diterima.
- Karena dosennya ramah dan kampusnya indah.
- Karena program studinya mirip dengan kampus B, jadi saya pilih yang lebih populer saja.
- Karena kampus B terlalu jauh.
- Karena kampus A punya banyak mahasiswa Indonesia.
- Karena kampus ini sering muncul di fyp TikTok saya.
SCHOLARS PRO TIPS
- Jangan membandingkan peringkat / menyebutkan kampus A lebih baik dari B
- Tunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset sebelum memilih kampus dengan cara kamu bisa menjelaskan alasan akademik yang menjadi landasan kamu memilih kampus tersebut. Misalnya, Kurikulum kampus A lebih relevan dengan topik risetmu atau ada dosen pembimbing atau pusat riset yang spesifik di bidang yang ingin kamu tekuni.
- Kaitkan pemilihan kampus dengan tujuan kontribusi pasca studi mu karena LPDP menilai seberapa relevan pilihan kampusmu dengan kontribusimu untuk Indonesia.
- Selain menghubungkan dengan tujuan kontribusi pasca studi mu, kamu juga bisa menghubungkan keunikan program di kampus tersebut dengan latar belakang, pengalaman, atau gaya belajarmu.
- Supaya jawabanmu singkat, padat dan jelas, kamu bisa menggunakan struktur jawaban seperti ini
(1) Apa yang kamu cari → (2) Kenapa kampus A cocok → (3) Relevansi dengan rencana kontribusi
Contoh Jawaban
Saya memilih kampus A karena riset dosennya banyak membahas strategi pencegahan penyakit berbasis komunitas, yang sejalan dengan pengalaman saya di program kesehatan desa. Kampus B lebih berfokus pada epidemiologi laboratorium, sedangkan saya ingin memperdalam pendekatan sosial dan kebijakan kesehatan masyarakat agar bisa diterapkan di daerah terpencil Indonesia.
Baca juga: 10 Pertanyaan Akademik yang Sering Muncul di Wawancara LPDP Lengkap dengan Strategi Menjawabnya
Pertanyaan
- Mengapa memilih luar negeri daripada di dalam negeri?
Hindari menjawab dengan
- Karena kampus luar negeri lebih keren atau lebih bergengsi.
- Karena saya ingin merasakan hidup di luar negeri.
- Karena fasilitas di luar negeri lebih lengkap.
- Karena ingin memperlancar bahasa Inggris dan jalan-jalan.
- Karena banyak teman saya yang kuliah di luar negeri.
- Karena proses seleksi di dalam negeri lebih sulit atau peluangnya kecil.
- Karena kampus luar negeri memberi saya pengalaman baru.
SCHOLARS PRO TIPS
- Jangan membandingkan kualitas dalam negeri & luar negeri
- Tunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset terlebih dahulu sebelum memilih universitas dengan cara menunjukkan nilai tambah akademik dari kampus tujuanmu yang tidak tersedia di dalam negeri.
- Tekankan bahwa kamu memiliki rencana membawa pulang ilmu dan praktik terbaik dari luar negeri karena LPDP mencari calon penerima yang akan membawa manfaat bagi Indonesia.
- Selain itu, kamu bisa menyebutkan keunggulan kolaborasi dan jaringan internasional yang dimiliki oleh kampus luar negeri karena biasanya pewawancara ingin tahu apakah kamu melihat studi luar negeri sebagai sarana untuk memperluas kontribusi mu atau tidak.
- Supaya jawabanmu singkat, padat dan jelas, kamu bisa menggunakan struktur jawaban seperti ini
(1) Apa bidangmu → (2) Apa keunggulan luar negeri → (3) Apa manfaatnya bagi Indonesia
Contoh Jawaban
Saya memilih studi di luar negeri karena kampus yang saya tuju memiliki pendekatan kebijakan berbasis riset empiris dan studi perbandingan antarnegara. Pendekatan ini belum banyak diterapkan di kampus dalam negeri. Dengan belajar di lingkungan multikultural dan akademik yang kuat, saya bisa memahami bagaimana kebijakan publik berhasil di berbagai konteks, lalu menyesuaikannya untuk diterapkan di Indonesia.
Pertanyaan
- Apakah sudah memiliki LoA?
Hindari menjawab dengan
- Belum, karena saya belum sempat daftar.
- Belum, nanti saja kalau sudah pasti lolos LPDP.
- Belum punya, karena saya masih bingung mau pilih universitas mana.
- Sudah punya LoA, tapi saya belum tahu detail programnya.
- Saya belum punya karena kampusnya mahal/susah.
- Saya punya LoA, tapi itu pilihan asal karena disarankan orang lain.
- Saya belum punya LoA karena saya yakin nanti akan dapat.
SCHOLARS PRO TIPS
Jika kamu sudah memiliki LoA
- Jelaskan universitas dan program studi nya, kemudian sertakan alasan akademik yang menjadi alasanmu memilih universitas dan program studi tersebut. Jangan lupa untuk mengaitkan alasan mu dengan tujuan kontribusi mu pasca studi nanti.
- Ingat jangan cuma menjawab di “sudah punya” saja tetapi kamu juga bisa menambahkan rencana lanjutan, seperti adaptasi akademik, jaringan riset, atau proyek yang ingin kamu ikuti.
Jika kamu belum memiliki LoA
- Tunjukkan usaha mencari info kampus & persiapan pendaftarannya
- Jelaskan apabila kamu belum diterima di universitas pertama, kamu sudah menyiapkan alternatif yang lain yang bidangnya tetap searah agar rencana studi mu tetap konsisten.
Contoh jawaban
Jika sudah memiliki LoA
Sudah, saya mendapat LoA dari University of Leeds untuk program MSc in Sustainability and Environmental Management. Saya memilih kampus ini karena memiliki research center yang fokus pada kebijakan energi di kawasan Asia Tenggara, yang relevan dengan rencana kontribusi saya dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.
Jika belum memiliki LoA
Belum, namun saya sudah dalam tahap pendaftaran di tiga universitas: University of Bristol, University of Melbourne, dan NUS. Ketiganya memiliki program riset yang kuat di bidang kebijakan lingkungan, sesuai dengan rencana studi saya. Semua dokumen sudah saya siapkan dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan bulan depan.
Baca juga: Rahasia Menaklukkan 10 Pertanyaan Psikologi di Wawancara LPDP
Pertanyaan
- Apakah sudah menghubungi prof atau dosen di kampus tujuan?
Hindari menjawab dengan
- Belum, karena saya tidak tahu cara menghubungi mereka.
- Belum, karena saya pikir tidak perlu sebelum diterima.
- Belum, karena saya takut salah ngomong atau tidak bisa bahasa Inggris.
- Sudah, tapi saya hanya kirim email template yang sama ke semua dosen.
- Sudah, tapi belum dibalas, jadi saya tidak lanjut lagi.
- Saya tidak berani menghubungi profesor karena takut mengganggu.
- Belum, karena nanti juga akan ada dosen pembimbing otomatis.
SCHOLARS PRO TIPS
Jika kamu sudah menghubungi profesor / dosen
- Jelaskan secara singkat siapa yang kamu hubungi dan mengapa Kamu menghubungi profesor / dosen tersebut.
- Tunjukkan hasil atau tindak lanjut dari komunikasi tersebut. Misalnya, sudah ada interaksi akademik antara kamu dengan profesor / dosen yang kamu hubungi.
- Setelah itu, tunjukkan bahwa dari interaksi tersebut ada insight yang bisa kamu ambil.
- Ingat, kunci dari jawaban pertanyaan ini bukan sekadar ‘sudah menghubungi’, tapi apa manfaat akademiknya bagi rencana studimu.
Jika kamu belum menghubungi profesor / dosen
- Sebaiknya sudah menghubungi tapi kalau belum tunjukkan usaha untuk mencari tahu dan menghubungi dosen di kampus tujuan
Contoh jawaban
Sudah menghubungi profesor / dosen
Ya, saya sudah menghubungi Prof. Sarah Kim dari Korea University yang fokus pada riset sustainable urban policy, bidang yang sangat relevan dengan rencana studi saya. Dari komunikasi awal, beliau menyarankan beberapa literatur untuk saya pelajari agar riset saya lebih kontekstual dengan isu di Asia Timur.
Komunikasi ini membantu saya memahami arah riset di kampus tersebut dan memperkuat alasan saya memilih universitas itu, karena ada potensi kolaborasi yang bisa berdampak nyata untuk kebijakan perkotaan di Indonesia.
Belum menghubungi, tapi sudah riset dan sudah siap untuk menghubungi
Saat ini saya belum menghubungi profesor secara langsung, tetapi saya sudah meneliti beberapa nama yang relevan dengan bidang saya, seperti Prof. David Lee dan Dr. Min Soo Park, yang meneliti topik renewable energy transition in developing countries.
Saya sedang menyiapkan research outline yang lebih matang agar saat menghubungi nanti, saya bisa menjelaskan dengan jelas bagaimana riset saya sejalan dengan fokus penelitian mereka. Saya ingin memastikan komunikasi saya nanti tidak sekadar formalitas, tapi diskusi akademik yang bermakna.
Pertanyaan
- Apakah memilih resign dari pekerjaan sekarang?
Hindari menjawab dengan
- Saya langsung resign begitu tahu ada pembukaan LPDP.
- Saya mau kuliah full time tapi juga tetap kerja supaya tidak kehilangan penghasilan.
- Nanti saya lihat dulu, tergantung hasil wawancaranya.
- Saya ingin beasiswa ini supaya bisa keluar dari pekerjaan saya yang sekarang.
- Tergantung nasib, kalau lolos baru dipikirkan.
SCHOLARS PRO TIPS
- Kamu harus memenuhi terlebih dahulu maksud pertanyaannya. Dimana pertanyaan ini diajukan karena pewawancara ingin menilai:
- Apakah kamu punya perencanaan karier yang jelas setelah studi?
- Apakah keputusanmu didorong oleh tujuan profesional, bukan emosi?
- Apakah kamu siap menghadapi transisi dari dunia kerja ke dunia akademik?
- Jangan sampai motivasi studi karena mengungkapkan masalah di pekerjaan tapi kontribusi pasca studi tidak di pekerjaan saat ini.
- Kalau kamu memilih untuk resign, jelaskan bahwa keputusan itu sudah dipertimbangkan matang dan akan dilakukan dengan cara profesional. Tunjukkan kamu bukan tipe yang “asal lepas,” tapi kamu tahu kapan waktu terbaik untuk berpindah haluan.
- Jangan lupa untuk mengarahkan jawabanmu ke visi karier dan kontribusi setelah studi.
Contoh jawaban
Sudah Resign (atau Akan Resign Sebelum Studi)
Ya, saya memutuskan untuk resign karena ingin fokus mempersiapkan studi dan memastikan transisi saya berjalan dengan baik. Keputusan ini saya ambil setelah mempertimbangkan waktu, tanggung jawab, dan tujuan jangka panjang saya.
Sebelum resign, saya pastikan semua pekerjaan saya terselesaikan dan tim saya siap melanjutkan tanggung jawab yang saya tinggalkan. Saya memandang studi ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas saya di bidang [sebut bidangmu], agar setelah kembali, saya bisa berkontribusi lebih besar di sektor tersebut.
Belum Resign, Tapi Sudah Punya Rencana Jelas
Saat ini saya masih bekerja, namun saya sudah berdiskusi dengan atasan terkait rencana studi saya. Jika dinyatakan lolos LPDP, saya akan menyelesaikan proyek yang sedang berjalan dan melakukan transisi secara profesional sebelum berangkat.
Saya ingin memastikan tanggung jawab di tempat kerja tetap tuntas, karena bagi saya, profesionalisme itu penting. Setelah studi, saya berharap bisa membawa pengetahuan baru untuk memperkuat kontribusi saya di bidang [sebut bidangmu] dan mungkin menjalin kolaborasi antara institusi tempat saya bekerja sekarang dengan pihak akademik di luar negeri.
Baca juga: Pertanyaan Wawancara LPDP yang Paling Menguji Kapasitas Kandidat
Pertanyaan
- Apa kontribusi pasca studi?
Hindari menjawab dengan
- Saya ingin mengabdi kepada bangsa.
- Saya ingin membawa perubahan untuk masyarakat.
- Saya ingin bekerja di perusahaan besar setelah lulus.
- Saya ingin mendapatkan posisi strategis di lembaga internasional.
- Saya ingin memperbaiki seluruh sistem pendidikan nasional.
- Nanti saya lihat peluangnya setelah pulang.
- Saya berharap bisa berkontribusi suatu hari nanti.
- Saya akan ikut program pemerintah yang sudah ada nanti.
SCHOLARS PRO TIPS
- Kamu harus memenuhi terlebih dahulu maksud pertanyaannya. Dimana pertanyaan ini diajukan karena pewawancara ingin menilai:
- Apakah kamu punya rencana jelas setelah studi selesai?
- Apakah kontribusimu nyambung dengan bidang yang kamu pelajari?
- Apakah kamu bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat dan negara?
- Jangan hanya menjawab menjadi A atau B saja. Tapi tunjukkan dampak untuk masyarakat dan rencana konkretnya
- Pastikan kontribusimu relevan dengan bidang studi
- Tunjukkan skala kontribusimu yaitu kontribusi jangka pendek dan jangka panjang
- Supaya jawabanmu terstruktur, kamu bisa menggunakan struktur jawaban seperti ini:
Bidang kontribusi – Cara kamu berkontribusi – Dampak jangka panjang
- Jangan lupa untuk mengaitkan kontribusi mu dengan nilai-nilai LPDP
Contoh jawaban
Setelah menyelesaikan studi, saya berencana berkontribusi di bidang peningkatan mutu pendidikan guru, khususnya di daerah 3T. Saya ingin mengembangkan program pelatihan berbasis praktik dan teknologi yang bisa membantu guru meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Dalam jangka pendek, saya akan bekerja sama dengan dinas pendidikan daerah untuk menerapkan model pelatihan ini. Dalam jangka panjang, saya ingin membangun jejaring pendidikan antara universitas, lembaga pelatihan, dan sekolah di daerah, agar sistem peningkatan kapasitas guru bisa berjalan berkelanjutan.
Pertanyaan
- Tunjukkan mengapa anda layak mendapatkan beasiswa ini
Hindari menjawab dengan
- Saya layak karena saya rajin dan berprestasi.
- Saya yakin saya pantas karena saya ingin kuliah dan membanggakan orang tua.
- Saya ingin beasiswa ini karena tidak punya biaya kuliah.
- Saya layak karena tanpa beasiswa, saya tidak bisa lanjut studi.
- Saya lebih pantas dari peserta lain karena pengalaman saya lebih banyak.
- Saya yakin saya lebih layak karena latar belakang saya lebih kuat.
- Saya sudah berjuang keras, jadi saya layak.
- Mungkin banyak yang lebih layak, tapi saya ingin mencoba.
SCHOLARS PRO TIPS
- Kamu harus memenuhi terlebih dahulu maksud pertanyaannya. Dimana pertanyaan ini diajukan karena pewawancara ingin menilai:
- Apakah kamu punya arah kontribusi nyata untuk Indonesia?
- Apakah kamu siap menggunakan ilmu yang akan kamu pelajari untuk memberi dampak?
- Apakah kamu pantas dipercaya mengemban dana publik dan amanah negara?
- Jangan sampai merendahkan pendaftar beasiswa lain
- Jangan menjawab dengan memberikan kesan terlalu fokus pada kebutuhan pribadi saja
- Supaya jawabanmu terstruktur, kamu bisa menggunakan struktur jawaban seperti ini:
Kompetensi – hubungkan dengan nilai-nilai LPDP– Kontribusi
- Jangan lupa untuk menggunakan nada yang sopan, percaya diri, dan tidak arogan.
Contoh jawaban
Saya yakin saya layak mendapatkan beasiswa ini karena saya telah menunjukkan konsistensi dalam berkontribusi di masyarakat.
Selama tiga tahun terakhir, saya memimpin komunitas pemberdayaan perempuan di daerah pesisir yang membantu ibu-ibu mengembangkan usaha rumahan berbasis hasil laut. Dari situ saya belajar bahwa perubahan sosial memerlukan pendekatan kebijakan dan kapasitas manajerial yang lebih luas.
Dengan melanjutkan studi di bidang social entrepreneurship, saya ingin memperkuat ekosistem wirausaha sosial di Indonesia agar masyarakat pesisir dapat mandiri secara ekonomi dan berdaya secara sosial.
Pertanyaan
- Apa kelebihan anda?
Hindari menjawab dengan
- Saya orangnya rajin dan pekerja keras.
- Saya tidak tahu kelebihan saya apa, mungkin saya hanya orang biasa saja
- Saya rasa saya belum punya kelebihan yang menonjol.
- Saya selalu jadi yang terbaik di mana pun.
- Saya ingin menunjukkan kalau saya pantas karena saya ambisius dan ingin sukses.
SCHOLARS PRO TIPS
- Pilih 2–3 kelebihan yang kamu miliki dan paling relevan dengan tujuan studimu
- Jangan sampai terlihat sombong
- Pastikan kelebihanmu bisa mendukung kontribusi pasca studi
- Supaya jawabanmu terstruktur, kamu bisa menggunakan struktur jawaban seperti ini:
Sebutkan – Buktikan – Kaitkan dengan manfaat di studi dan kontribusi pasca studi
- Tambahkan satu kalimat penutup yang menunjukkan bagaimana kelebihanmu bisa memberi manfaat lebih luas.
contoh jawaban
Kelebihan saya adalah konsistensi dan kemampuan untuk fokus menyelesaikan target jangka panjang. Saat memimpin proyek di kantor, saya memastikan setiap tahap berjalan sesuai timeline dan tetap fleksibel terhadap perubahan di lapangan.
Saya percaya kelebihan ini akan membantu saya menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan kegiatan riset di luar kelas. Dalam jangka panjang, konsistensi ini juga akan jadi modal untuk menerapkan hasil studi ke program pembangunan yang berkelanjutan.
Baca juga: Wawancara Beasiswa LPDP: Cara Menjawab pertanyaan kritis atau sulit di wawancara LPDP
Pewawancara LPDP sering sengaja memberi pertanyaan ‘menjebak’ bukan untuk membuat kamu terpeleset tetapi untuk melihat seberapa matang dan tulus motivasi dan kontribusi yang dibawa kamu.
Di kelas Mock Up Wawancara Scholars, kamu akan dibimbing untuk menjawab dengan struktur, empati, dan ketenangan yang merupakan cerminan kualitas yang dicari oleh beasiswa LPDP dan akan menjadi seorang future leader Indonesia.
Biar nggak terpeleset di pertanyaan menjebak, pastikan kamu udah latihan dengan maksimal
DM “Wawancara LPDP” to keep the slot


