Pengalaman Mengikuti Program SEA Teacher
Hallo, pejuang beasiswa! Saya adalah Nurul Safira atau lebih akrab dipanggil Nunu. Saya, alhamdulillah, merupakan salah satu kendidat yang berkesempatan mengikuti program SEA Teacher tahun 2019, dan kebetulan saya ditempatkan di Filiphina. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi cerita seputar pengalaman saya mengikuti program SEA Teacher ini. Semoga cerita saya bisa memberikan informasi baru. Saya juga berharap dapat membantu kamu berminat mengikuti program ini. Untuk info beasiswa, silahkan click disini.
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Perihal Program SEA Teacher
SEA Teacher adalah program pertukaran mahasiswa khusus jurusan keguruan. Pertukaran mahasiswa ini hanya dalam lingkup AsiaTenggara. Jika lolos menjadi kandidat SEA Teacher, maka kamu akan mendapat kesempatan mengajar di salah satu sekolah di negara-negara Asia Tenggara. Program ini diselenggarakan oleh SEAMEO yang merupakan organisasi kepemerintahan negara-negara Asia Tenggara. Selain memiliki tujuan untuk bekerjasama antar negara Asia Tenggara, program SEA Teacher juga berharap mahasiswa jebolan program ini lebih dapat mengusai teknik pengajaran dan dapat menerapkannya di situasi yang berbeda. Oh, iya! Perlu diketahui jika program ini lebih mengutamakan mahasiswa FKIP prodi fisika, kimia, sains, bahasa Inggris, dan pre-school. Walaupun begitu, setiap batch mungkin akan berbeda. Sehingga, tidak menutup kemungkinan untuk prodi lain bisa diterima.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa ICCR India
Proses Penyeleksian
Pengumpulan berkas pendaftaran adalah hal pertama yang harus dilakukan. Berkas pendaftaran ini termasuk menyertakan formulir pendaftaran. Namun, sertifikat TOEFL atau kemampuan berbahasa Inggris lainnya bukanlah hal yang wajib. Jika kamu dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Inggris, maka kamu sudah memenuhi kriteria untuk mendaftar.
Setelah seleksi berkas, saya melewati seleksi micro teaching dimana saya harus mengajar di depan empat dosen. Pada tahap ini saya memastikan jika saya telah mempersiapkan lesson plan, dan memahami materi saya dengan baik. Selain itu, saya mempersiapkan diri dengan terus berlatih. Apalagi ditahap ini, semua kandidat harus melaksanakan micro teaching full berbahasa Inggris. Saat hari H, saya berusaha melewati tahap ini dengan tenang, dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Saya juga memaksimalkan media belajar yang saya gunakan.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Sobat Bumi Pertamina Foundation
Setelah itu, saya mengikuti sesi tanya jawab sekaligus wawancara. Saat wawancara, pewawancara bisa menanyakan apa saja, lo, baik tentang materi hingga isu lain yang tidak terkait dengan micro teaching/materi. Dulu, saya ditanya beberapa hal terkait gemba bumi, tsunami dan likuifikasi yang terjadi di daerah saya. Dan alhamdulillah, saya lolos ketahap selanjutnya.
Tahap seleksi selanjutnya adalah wawancara oleh pihak kampus yang akan kita tuju. Wawancara dilakukan via online. Pertanyaan yang umum diajukan adalah seputar materi atau bidang yang kita ambil, budaya negara mereka, universitas mereka, dan hal-hal lainnya. Nah, karena semua proses menggunakan bahasa Inggris, kamu bisa mulai mempersiapkan diri dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kamu.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Brunei Darussalam Government
Mengajar di Filiphina
Program SEA Teacher umumnya dibuka 2 kali dalam setahun. Pada tahun 2019 lalu, saya pun mencoba untuk berpartisipasi dan alhamdulillah lolos. Saya diterima di Central Luzon State University (CLSU). Kampus tersebut kemudian mengutus saya untuk mengajar di Univ. Science High School (USHS). USHS terletak tidak jauh dengan hotel dimana saya menginap. Sehingga saya bisa sampai di sekolah hanya dengan berjalan kaki. Selama tinggal di Filiphina, saya tidak perlu membayar uang akomodasi maupun transportasi pesawat. Pihak penyelenggara memag sudah membiayai kedua hal tersebut. Jadi saya hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya hidup sebulan yang berkisar dari Rp. 1 hingga Rp. 2 juta.
Minggu pertama tiba di univesitas tujuan, saya melewati semacam proses orientasi. Disini saya dikenalkan dengan kampus serta petinggi-petingginya. Selain itu, saya juga dikenalkan dengan bahasa, budaya, makanan khas, lagu kebangsaan, hingga kebiasaan masyarakat di sana. Tujuan dari kegiatan terebut adalah agar saya dan teman-teman lain dapat menyesuaikan diri dengan baik, serta tidak melakukan hal tabu atau dilarang.
Baca juga: Pengalaman Kuliah di Jepang
Nah, setelah masa orientasi, saya dikirim kesekolah dan mendapat jadwal mengajar. Selama dua minggu saya membuat lesson plan, membuat PPT, kemudian konsul ke guru pembimbing, dan mengajar. Di Filiphina, saya mengajar anak SMP tahun keempat (4), yang setara dengan 1 SMA jika di Indonesia. Mengajar di negara orang memang memberikan tantangan tersendiri. Bahasa dan system yang berbeda cukup membuat saya kewalahan. Jujur, saya sempat kelabakan hingga kurang tidur untuk menyelesaikan semua tugas yang diberikan.
Tentu saja mengajar dan mempersiapkan bahan ajar bukanlah satu-satunya kegiatan saya d Filiphina. Pada akhir pekan, SEA Teacher merancang berbagai perjalanan ke tempat-tempat wisata atau bersejarah disana. Trip tersebut bisa dianggap sebagai liburan pelepas penat pada akhir pekan.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa DAAD di Jerman
Setelah selesai mengikuti program SEA Teacher, dan pulang ke Indonesia, saya merasakan banyak manfaat yang saya terima. Selain berkesempatan mempelajari bahasa dan Budaya Filiphina, saya juga berkesempatan untuk mengembangkan micro teaching saya. Sehingga, ketika mengikuti program micro teaching di fakultas, saya tidak mengalami hambatan, mengingat bagaimana saya sudah terbiasa mengajar dan membuat media pembelajaran selama sebulan di Filiphina. Keuntungan lain yang saya rasakan adalah bagaimana kemampuan bahasa Inggris saya meningkat karena selalu menggunakannya saat mengajar di Filiphina.
Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Bakti Nusa


