Bagaimana Berpikir Negatif membuat hidupmu berantakan

Bagaimana Berpikir Negatif membuat hidupmu berantakan

 

Jika membandingkan antara pikiran positif dan pikiran negatif, otak manusia cenderung akan lebih cepat bereaksi terhadap pikiran negatif. Penyebabnya adalah pikiran positif membuat otak kamu berasumsi bahwa semua hal baik-baik saja dan kamu tidak perlu bersiap-siap untuk melakukan apapun untuk melindungi diri sendiri. Sedangkan, pikiran negatif membuat otak menganggap bahwa kamu sedang dalam ancaman sehingga kamu perlu untuk bersiap-siap untuk lari atau melawan.

Baca juga: Lawan Malas Menyelesaikan Pekerjaan Menumpuk Dengan Ini

Pada dasarnya, respon cepat terhadap acaman merupakan bentuk pertahanan diri agar kamu terlindung dari bahaya. Karena saat otak kamu menganggap bahwa ada yang tidak beres di sekitar mu, otak kamu akan meningkatkan kewaspadaan, mengalokasikan lebih banyak tenaga untuk lari atau melawan, atau meningkatkan fokus kamu terhadap hal-hal detail.

Contoh saat ada teman kamu iseng membuat mu kaget, jantung kamu akan berdebar lebih cepat bersamaan dengan itu nafas dan aliran darah juga menjadi lebih cepat. Ini adalah cara otak kamu meningkatkan kewaspadaan dan energi karena kamu menganggap bahwa keisengan teman kamu adalah ancaman. Aliran darah yang lebih cepat bertujuan untuk membawa lebih banyak suplai makanan dan tenaga ke otak dan otot. Nafas yang lebih cepat bertujuan untuk menyuplai lebih banyak oksigen ke otak dan otot sehingga meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan diri.

Namun, terlalu sering berfikir negatif akan mempengaruhi bagaimana kamu berfikir. Otak manusia pada dasarnya tidak dapat membedakan mana yang benar-benar ancaman dan mana yang bukan. Pikiran negatif oleh otak akan dianggap sebagai sebuah sinyal bahwa kamu sedang berada dalam ancaman. Walaupun pada dasarnya tidak ada hal yang mengancam di sekitar mu. Saat semakin sering berfikir negatif, otak kamu mulai mengalami hal-hal berikut:

Baca juga: Membongkar Rahasia Besar Gojek

Mempengaruhi Kerja Otak

Journal of Clinical Psychology mengungkapkan bagaimana efek berfikir negatif dalam mengerjakan tugas. Hasilnya adalah orang-orang yang berfikir negatif cenderung merasa lebih kesulitan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dari pada mereka yang berfikir positif. Dengan kata lain, berfikir negatif menambah beban otak dan membuat tugas terasa lebih sulit dari pada yang seharusnya. Lebih lanjut, pikiran negatif merusak konsentrasi dan kemampuan kamu dalam mengolah informasi dan berfikir jernih. Dengan begitu, pikiran negatif sama sekali tidak membantu dalam memberikan solusi yang bermanfaat melainkan menambah masalah yang ada atau menjadikan masalah yang sebenarnya bukan masalah.

Lebih Mudah Stress

Pikiran negatif juga secara perlahan mengubah ukuran otak, cara kerja otak dan bagaimana otak bereakasi terhadap sesuatu. Perubahan ukuran otak yang signifikan terjadi pada bagain amygdala. Amygdala adalah bagian otak yang betanggung jawab untuk merespon ancaman. Semakin sering berfikir negatif, otak akan menganggap semakin banyak ancaman yang terjadi yang kemudian membuat amygdala semakin aktif. Amygdala yang semakin aktif akan sejalan dengan ukurannya yang semakin membesar. Dengan begitu, amygdala akan mendominasi cara kerja otak yang pada akhirnya akan membuat kamu selalu merasa terancam bahkan oleh hal-hal yang sangat sederhana. Kondisi ini membuat kamu merasa selalu kurang nyaman dengan sesuatu yang pada akhirnya membuat kamu mengalami stres.

Stres memicu gangguan mental

Stres dari pikiran negatif benar-benar memiliki pengaruh yang sangat besar bagi otak. Stres yang tidak ditangani dengan baik akan memicu gangguan yang lebih serius yaitu beruapa kecemasan, depresi, ADHD, skizofrenia, dan gangguan suasana hati. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu bisa mendeteksi apakah kamu sudah mulai mengalami ganguan-gangguan tersebut dengan bertanya apakah kamu terlalu cemas dengan sesuatu atau orang-orang biasa menyebut dengan istilah parno. Jika sikap parno ini ada dalam diri kamu, lebih lanjut kamu akan menjadi seseorang yang serba ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Tentu saja keragu-raguannya tersebu akan sangat mempengaruhi performa kamu dalam belajar atau bekerja.

Kondisi lain tentang bagaimana stres mempengaruhi hidupmu adalah dengan merenung apakah kamu memiliki gangguan suasana hati. Dalam bahasa sehari-hari, gangguan suasana hati ini biasa disebut moody atau sensitif. Sifat moody atau sensitif ini lebih lanjut akan lambat laun merusak hubungan sosial kamu dengan orang lain disebabkan karena sifat-sifat seperti mudah tersinggung, terlalu sensitif dan lain-lain.

Baca juga: Cara Berkata Jangan Tanpa Menggunakan Kata Jangan

Leave a Reply

Your email address will not be published.