Cara Berkata Jangan Tanpa Menggunakan Kata Jangan

Cara Berkata Jangan Tanpa Menggunakan Kata Jangan

 

“Hei nak, jangan lari nanti jatuh”, “hei, jangan naik kursi” hei jangan, jangan, jangan.”

Baca juga: Membongkar Rahasia Besar Gojek

Pernahkan kamu melihat fenomena ini? Ketika si anak sedang aktif aktifnya bergerak dan bermain ibu yang khawatir mulai berteriak dan melarang anak melakukan ini itu. Lantas bagaimana reaksi anak?

Ada yang semakin menjadi ada pula yang kemudian terdiam takut.

Berbicara dengan anak adalah hal yang gampang gampang susah. Bagaimana tidak, bahasa yang diucapkan ibu akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak di kemudian hari. Ketika ibu bilang jangan, anak akan semakin penasaran. Mengapa jangan, apa yang terjadi kalau aku tetap melakukan? Mungkin seperti itu yang dipikirkan anak. Atau anak akan takut untuk melakukan hal hal baru karena mereka berpikir aku akan kena marah kalau melakukan ini.

Lalu bagaimana baiknya? Nah, kita perlu nih untuk mempelajari cara melarang anak tanpa mengucapkan kata negatif.

Mengganti kata Don’t dengan Do

Mengatakan hal yang dapat dikerjakan si kecil daripada hal yang dilarang. Misalkan, “Jangan main bola di dalam rumah, Nak!”, Ibu bisa menggantinya dengan “ Yuk, main bolanya di luar saja ya” perkataan ini akan lebih terasa nyaman di telinga dan perasaan si kecil daripada dengan kalimat larangan yang pertama.

Tawarkan pilihan

Berikan pilihan pada si kecil, si kecil akan merasa ada banyak hal yang bisa dilakukan. Orangtua tetap mengontrol, akan tetapi anak tidak akan merasa bahwa mereka diawasi, akan tetapi mereka merasa melakukan apa yang menjadi pilihan mereka.

Baca juga: Cara Menang Perdebatan Tanpa Cape

Berikan alasan

Cara lain untuk menunjukkan bahwa kita tidak setuju dengan perilaku si kecil adalah dengan memberikannya alasan. Tentunya alasan yang dapat dimengerti oleh si kecil. Misal nih, si kecil lagi mengamuk di sekolah, menedang nendang bangku dan memukul meja. Jelaskan bahwa tindakan itu mengganggu teman yang lain, secara tak langsung anak akan belajar bertoleransi meskipun dia tak lantas mengikuti instruksi kita.

Hindari permintaan anak

Ketika berjalan melewati toko mainan, tak jarang anak akan merengek meminta mainan. Pernah melihat beberapa postingan ibu muda yang sukses membuat anak menegrti dengan positif language mereka ketika anak mulai merajuk meminta mainan? Yups, kita juga bisa belajar dari sini nih, ketika anak merengek, beri pengertian jika sebenarnya mereka tak benar benar butuh itu, atau mungkin mereka sudah mempunyainya di rumah. Ketika melihat posting instagram yang dengan mudah anak mengikuti instruksi ibunya “ Yuk Nak, say good bye sama mainannya yuk, kan di rumah sudah ada,” Dengan nurutnya si anak pun melambaikan tangan. Ah, pasti inipun tak seinstan ini mudahnya, pasti butuh latihan dan sedikit rasa tega. Akan tetapi hal itu lama kelamaan akan memberikan pelajaran kepada si kecil tentang prioritas.

Berkata “tidak” bila terpaksa.

Dalam kondisi tertentu, bunda terpaksa mengatakan tidak jika memang menggunakan cara-cara yang tertulis diatas sudah tidak dapat diterapkan. Akan tetapi, ucapan harus tegas tanpa unsur emosional. Sehingga anak tahu bahwa hal tersebut benar-benar tidak dapat dilakukan.

Gagasan ini bukan untuk melarang kamu untuk menggunakan kata jangan. Namun, lebih kepada memberikan alternatif dalam mengucapkan kata jangan. Adapun perdebatan antara yang terjadi antara apakah baik atau tidak menggunakan kata jangan untuk anak atau orang, dikembalikan kepada kepercayaan masing-masing.

Penulis: Diyah Purnasari
Email: diyahpurnasari@gmail.com
Instagram: diyah.purnasari

Baca juga:
Mengapa Sulit Saat Pertama Kali Mengerjakan Sesuatu

Leave a Reply

Your email address will not be published.