TBS Beasiswa LPDP: Banyak Peserta Gagal TBS LPDP Bukan Karena Ga Bisa Logika Tapi Salah Susun Jawaban yang Bikin Auto Bye LPDP
Contoh soal silogisme dan tips biar gak kekecoh
TBS Beasiswa LPDP sering jadi momok buat banyak peserta. Faktanya, banyak yang gagal bukan karena nggak bisa logika, tapi karena salah menyusun jawaban padahal itu yang bikin auto bye dari LPDP.
Salah satu tipe soal yang sering muncul adalah silogisme, di mana kamu harus menarik kesimpulan logis dari beberapa premis. Kedengarannya gampang, tapi di sinilah jebakan paling sering terjadi.
Biar nggak kecoh, yuk simak contoh soal silogisme plus tips praktis supaya kamu bisa lebih percaya diri ngerjain TBS LPDP dan nggak terjebak kesalahan yang sama!
Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah
Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5
- Klasik (term tersebar & negasi)
Premis:
- Semua penerima LPDP adalah lulusan S1.
- Beberapa lulusan S1 bukan penerima LPDP.
Kesimpulan yang pasti benar adalah …
A. Sebagian penerima LPDP bukan lulusan S1.
B. Tidak ada lulusan S1 yang bukan penerima LPDP.
C. Semua lulusan S1 adalah penerima LPDP.
D. Sebagian lulusan S1 bukan penerima LPDP.
E. Tidak ada penerima LPDP yang lulusan S1.
Jawaban: D
Pembahasan: Premis (2) sudah menyatakan sebagian S1 bukan LPDP ⇒ D pasti benar. (1) menyatakan semua LPDP ⊆ S1, jadi A & E salah; C & B bertentangan dengan (2).
- “Hanya jika” (→) dan kontraposis
Premis:
- Seseorang mendapatkan LOA hanya jika ia lulus administrasi.
- Rani tidak lulus administrasi.
Kesimpulan yang pasti benar …
A. Rani mendapat LOA.
B. Rani mungkin mendapat LOA jika diwawancara.
C. Rani tidak mendapat LOA.
D. Semua yang lulus administrasi mendapat LOA.
E. Tidak ada yang lulus administrasi yang mendapat LOA.
Jawaban: C
Pembahasan: “X hanya jika Y” = X → Y. Kontraposis: ¬Y → ¬X. Karena Rani ¬Y, maka ¬X ⇒ tidak mendapat LOA.
- Kuantor “Tidak ada” + “Sebagian”
Premis:
- Tidak ada esai plagiat yang lolos seleksi.
- Beberapa esai yang lolos seleksi membahas dampak sosial.
Kesimpulan pasti benar …
A. Semua esai berdampak sosial adalah plagiat.
B. Sebagian esai berdampak sosial bukan plagiat.
C. Semua esai yang lolos seleksi adalah plagiat.
D. Tidak ada esai berdampak sosial yang lolos seleksi.
E. Sebagian esai plagiat lolos seleksi.
Jawaban: B
Pembahasan: Dari (2), ada esai lolos seleksi ∧ berdampak sosial. Dari (1), semua yang lolos ≠ plagiat. Jadi esai berdampak sosial yang lolos itu bukan plagiat ⇒ B.
- “Hanya” = subset terbalik
Premis:
- Hanya kandidat dengan pengalaman organisasi yang dipanggil wawancara.
- Beberapa kandidat dipanggil wawancara.
Kesimpulan pasti benar …
A. Semua yang berpengalaman organisasi dipanggil wawancara.
B. Sebagian yang dipanggil wawancara berpengalaman organisasi.
C. Tidak ada yang berpengalaman organisasi dipanggil wawancara.
D. Sebagian yang berpengalaman organisasi tidak dipanggil wawancara.
E. Semua kandidat dipanggil wawancara.
Jawaban: B
Pembahasan: “Hanya P yang Q” = Q ⊆ P. Ada beberapa Q (dipanggil) ⇒ mereka pasti P (punya pengalaman). Jadi B. A tidak bisa dipastikan (arah sebaliknya tidak diberikan).
Baca juga: TBS Beasiswa LPDP: Soal TBS LPDP Penalaran Verbal dan Tipsnya
- Menimbang kekuatan kesimpulan (jangan melebihkan)
Premis:
- Semua penerima LPDP memiliki rencana dampak masyarakat.
- Beberapa pelamar memiliki rencana dampak masyarakat.
Kesimpulan pasti benar …
A. Sebagian pelamar adalah penerima LPDP.
B. Semua pelamar adalah penerima LPDP.
C. Tidak ada pelamar yang bukan penerima LPDP.
D. Semua penerima LPDP adalah pelamar.
E. Tidak ada kesimpulan dari A–D yang pasti benar.
Jawaban: E
Pembahasan: Dari (1) dan (2) tidak ada jembatan yang memastikan irisan pelamar dengan penerima LPDP. Mungkin ya, mungkin tidak. Jadi tidak ada pernyataan A–D yang pasti.
- Silogisme rantai + negasi eksistensial
Premis:
- Semua awardee wajib menandatangani kontrak.
- Semua yang menandatangani kontrak terikat masa pengabdian.
- Tidak ada yang terikat masa pengabdian yang bebas dari komitmen.
Kesimpulan pasti benar …
A. Semua awardee bebas dari komitmen.
B. Tidak ada awardee yang bebas dari komitmen.
C. Sebagian awardee bebas dari komitmen.
D. Sebagian awardee tidak menandatangani kontrak.
E. Semua yang terikat masa pengabdian adalah awardee.
Jawaban: B
Pembahasan: Awardee → tanda tangan → terikat → bukan bebas komitmen. Maka tak ada awardee yang bebas komitmen.
- “Sebagian besar” (kebanyakan) bukan “semua”
Premis:
- Kebanyakan pelamar mengunggah sertifikat bahasa.
- Tidak ada yang mengunggah sertifikat bahasa yang nilainya kadaluwarsa.
Kesimpulan yang pasti benar …
A. Semua pelamar memiliki sertifikat yang masih berlaku.
B. Sebagian pelamar memiliki sertifikat yang masih berlaku.
C. Tidak ada pelamar yang memiliki sertifikat masih berlaku.
D. Kebanyakan pelamar tidak memiliki sertifikat.
E. Sebagian pelamar memiliki sertifikat kadaluwarsa.
Jawaban: B
Pembahasan: Dari (1) ada sebagian pelamar unggah sertifikat; (2) menyatakan setiap yang unggah itu tidak kadaluwarsa. Jadi minimal “sebagian” pelamar punya sertifikat valid. “Semua/kebanyakan” tidak dapat dipastikan.
- Pilih kesimpulan valid (tipe “uji validitas”)
Premis:
- Semua program non-tesis mewajibkan mata kuliah tambahan.
- Beberapa penerima beasiswa mengambil program non-tesis.
Kesimpulan yang valid …
A. Semua penerima beasiswa mengambil mata kuliah tambahan.
B. Sebagian penerima beasiswa mengambil mata kuliah tambahan.
C. Tidak ada penerima beasiswa yang mengambil mata kuliah tambahan.
D. Semua program yang mewajibkan mata kuliah tambahan adalah non-tesis.
E. Sebagian program non-tesis tidak mewajibkan mata kuliah tambahan.
Jawaban: B
Pembahasan: Ada subset awardee yang non-tesis; semua non-tesis ⇒ wajib MK tambahan. Maka subset awardee itu pasti ambil MK tambahan ⇒ “sebagian” benar. A & D melebihkan.
- “Tidak semua” = “Sebagian … bukan …”
Premis:
- Tidak semua pelamar memenuhi syarat IPK minimum.
- Semua yang memenuhi syarat IPK minimum lulus seleksi berkas.
Kesimpulan pasti benar …
A. Sebagian pelamar tidak lulus seleksi berkas.
B. Semua pelamar tidak lulus seleksi berkas.
C. Sebagian pelamar memenuhi syarat IPK minimum.
D. Semua pelamar memenuhi syarat IPK minimum.
E. Tidak ada pelamar yang memenuhi syarat IPK minimum.
Jawaban: C
Pembahasan: “Tidak semua P adalah Q” ⇒ sebagian P bukan Q, tapi ini tak langsung beri info siapa yang lulus berkas. Yang pasti: jika “tidak semua memenuhi”, maka sebagian memenuhi (kecuali premis menyatakan “tak ada” tapi tidak). Jadi C yang aman. A tidak pasti karena yang tak memenuhi IPK mungkin tetap lulus berkas karena faktor lain (premis tidak melarang).
- Campuran: “Hanya jika”, “Sebagian”, dan komplement
Premis:
- Kandidat menerima LoA hanya jika memenuhi persyaratan kampus.
- Beberapa kandidat tidak memenuhi persyaratan kampus.
- Semua kandidat yang tidak menerima LoA harus mengikuti jalur matrikulasi.
Kesimpulan yang pasti benar …
A. Semua kandidat yang tidak memenuhi persyaratan kampus mengikuti jalur matrikulasi.
B. Sebagian kandidat tidak menerima LoA.
C. Semua kandidat menerima LoA.
D. Sebagian kandidat menerima LoA meski tidak memenuhi persyaratan kampus.
E. Tidak ada kandidat yang mengikuti jalur matrikulasi.
Jawaban: B
Pembahasan: (1) LoA → memenuhi. Kontraposis: tidak memenuhi → tidak LoA. Dari (2) ada sebagian yang tidak memenuhi ⇒ mereka tidak LoA ⇒ (3) memaksa mereka ikut matrikulasi. Jadi pasti ada sebagian kandidat tidak menerima LoA ⇒ B benar. A melebihkan (tidak semua yang tidak memenuhi pasti “kandidat” yang sama? di premis iya, tapi yang tidak menerima LoA bisa juga yang memenuhi tapi ditolak karena hal lain sehingga A tidak pasti). E jelas salah; C, D bertentangan dengan (1).
Baca juga: TBS LPDP: Soal dan Hal-Hal yang Sering Bikin Gagal Saat Ngerjain Soal Kecukupan Data TBS LPDP
Hal yang Bikin Kamu Gagal buat Nyelesain Soal Silogisme
- Keliru Menangkap Makna “Hanya”, “Jika”, “Kecuali”
- “Semua X adalah Y” ≠ “Semua Y adalah X”.
- “Hanya X yang Y” artinya: Y ⊆ X, bukan sebaliknya.
- “Jika A maka B” ≠ “Jika B maka A” (jangan terbalik!).
➡️ Kesalahan ini sering bikin peserta memilih kesimpulan terbalik.
- Menganggap “Tidak Semua” = “Tidak Ada”
- “Tidak semua mahasiswa lulus” → artinya ada yang lulus, ada yang tidak.
- Banyak orang langsung menafsirkannya sebagai “tidak ada yang lulus” → padahal salah.
- Melompat dari “Sebagian” ke “Semua”
- “Sebagian pelamar punya sertifikat” → berarti minimal 1, tapi tidak menjamin semua.
- Kalau kesimpulannya pakai kata “semua/kebanyakan” → biasanya jebakan.
- Mengabaikan Kontraposis (pembalikan logika)
- Jika A → B, maka ¬B → ¬A juga benar.
- Peserta sering lupa pakai kontraposis untuk menarik kesimpulan, padahal itu kuncinya.
- Tidak Memisahkan “Pasti” dan “Mungkin”
- Soal TBS sering minta kesimpulan pasti benar, bukan sekadar “mungkin benar”.
- Banyak gagal karena memilih jawaban yang masuk akal, tapi tidak 100% dijamin oleh premis.
- Lupa Cek Konsistensi Semua Premis
- Kadang premis terlihat kontradiktif, misalnya:
Premis 1: Semua X adalah Y.
Premis 2: Tidak ada X yang Y.
- Kalau tidak hati-hati, peserta tetap maksa narik kesimpulan, padahal harusnya jawab: tidak ada kesimpulan valid.
- Tertipu oleh Bahasa Natural yang Mirip dengan Logika
- Kata “beberapa” = minimal 1 (tidak harus banyak).
- Kata “kebanyakan” ≠ “semua”.
- Kata “hanya jika” ≠ “jika dan hanya jika”.
➡️ Kesalahan interpretasi bahasa ini yang paling sering jadi jebakan.
- Overthinking dengan Ilustrasi Dunia Nyata
- Banyak peserta pakai logika kehidupan sehari-hari.
- Contoh: “Semua awardee LPDP kuliah ke luar negeri” → lalu diingat ada awardee kuliah di dalam negeri → jadi bingung.
- Padahal soal TBS murni logika simbolik, bukan fakta realita.
- Tidak Membuat Diagram/Venn
- Soal agak kompleks sering lebih mudah kalau digambar.
- Peserta yang langsung baca teks panjang tanpa sketsa sering kejebak di detail.
- Keburu Waktu & Tidak Pakai Eliminasi
- Soal silogisme sering bisa cepat dikerjakan dengan teknik eliminasi:
Cek kata kunci: “semua/sebagian/tidak ada”.
Hapus opsi yang jelas melebihkan premis.
- Peserta gagal karena terlalu lama mikir detail, padahal bisa eliminasi cepat.
Tips yang worth it banget buat dicoba pas ngerjain Soal Silogisme di TBS LPDP
- Kenali Kata Kunci Kuantor
- Semua X adalah Y → artinya X ⊆ Y.
- Sebagian X adalah Y → minimal 1, tidak berarti semua.
- Tidak ada X yang Y → irisan kosong.
- Tidak semua X adalah Y → artinya: ada X yang bukan Y.
- Hati-Hati dengan Kata “Hanya”, “Jika”, “Hanya jika”
- “Hanya X yang Y” = Y ⊆ X.
- “Jika A maka B” → A ⊆ B.
- “A hanya jika B” = A → B, kontraposisnya ¬B → ¬A (ini sering dipakai jebakan!).
- Jangan Terbalik!
- “Semua X adalah Y” ≠ “Semua Y adalah X”.
Contoh: Semua awardee LPDP lulusan S1.
→ Artinya awardee ⊆ S1, bukan sebaliknya.
- Pisahkan Pasti vs Mungkin
Soal TBS biasanya tanya kesimpulan yang pasti benar, bukan yang mungkin benar.
Kalau opsi terasa “masuk akal” tapi tidak dijamin oleh premis, berarti bukan jawabannya.
- Gunakan Kontraposis
Kalau ada premis “Jika A maka B”, jangan lupa cek kontraposisnya: “Jika tidak B maka tidak A”.
Ini sering jadi pintu menemukan kesimpulan valid.
- Waspada dengan “Tidak semua”
Banyak peserta gagal karena baca “tidak semua” = “tidak ada”.
Padahal: “tidak semua” berarti ada yang iya, ada yang tidak.
- Jangan Terkecoh dengan Kehidupan Nyata
Ingat: TBS silogisme adalah soal logika formal.
Jangan bawa realita dunia nyata (misalnya, ada awardee kuliah dalam negeri padahal premis bilang semua awardee kuliah luar negeri).
- Buat Sketsa / Diagram Venn
Kalau premis panjang dan bikin bingung, cepat coret diagram lingkaran atau tanda panah. Visualisasi sering bikin jebakan langsung kelihatan
- Pakai Eliminasi Cepat
- Kalau premis bilang “sebagian”, eliminasi langsung jawaban yang bilang “semua”.
- Kalau premis bilang “tidak ada”, eliminasi jawaban yang bilang “ada”.
- Latihan dengan Timer
Baca juga: Soal dan Bocoran Rahasia Lolos TBS LPDP Ala Awardee Bikin Kamu Paham Pola dan Auto Lolos
Mau lolos TBS Beasiswa LPDP dengan gampang? Scholars punya rahasianya!


