TBS LPDP: Soal dan Hal-Hal yang Sering Bikin Gagal Saat Ngerjain Soal Kecukupan Data TBS LPDP

TBS LPDP: Soal dan Hal-Hal yang Sering Bikin Gagal Saat Ngerjain Soal Kecukupan Data TBS LPDP

Buat kamu yang lagi persiapan seleksi Tes Bakat Skolastik (TBS) LPDP, pasti sudah tahu kalau bagian kecukupan data sering jadi momok. Sekilas terlihat mudah karena “hanya” menilai apakah data sudah cukup untuk menjawab pertanyaan atau belum. Tapi justru di sinilah banyak peserta lengah.

Kesalahan kecil seperti terburu-buru menyimpulkan, salah mengidentifikasi data yang relevan, sampai kurang memahami logika dasar bisa bikin jawaban melenceng jauh. Padahal, soal tipe ini bukan menguji hafalan rumus, melainkan cara berpikir kritis, sistematis, dan teliti dalam mengolah informasi.

Di bagian ini, kita akan bahas pola soal kecukupan data yang sering muncul di TBS LPDP serta jebakan-jebakan umum yang bikin banyak peserta gagal. Dengan memahami “perangkap” tersebut sejak awal, kamu bisa lebih siap dan percaya diri menaklukkan soal-soal ini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Soal Kecukupan Data TBS LPDP

Format standar jawabannya:

  1. Pernyataan (1) cukup, (2) tidak cukup
  2. Pernyataan (2) cukup, (1) tidak cukup
  3. Keduanya cukup jika digabung, tapi masing-masing tidak cukup
  4. Masing-masing cukup
  5. Keduanya tidak cukup
  1. Apakah jumlah dua bilangan bulat positif x + y = 30?

(1) x dan y adalah bilangan genap berurutan.

(2) Nilai rata-rata x dan y adalah

Pembahasan:

(1) Bilangan genap berurutan bisa 14+16=30, bisa 20+22=42 → tidak pasti.

(2) Rata-rata 15 → x+y=30 → cukup.

Jawaban: b.

  1. Apakah segitiga dengan sisi a, b, c adalah segitiga siku-siku

(1) a² + b² = c²

(2) Segitiga tersebut memiliki sudut terbesar 90°.

Pembahasan:

(1) a²+b²=c² → teorema Pythagoras → cukup.

(2) Sudut terbesar 90° → segitiga siku-siku → cukup.

Jawaban: d.

  1.  Apakah bilangan n habis dibagi 12?

(1) n habis dibagi 3 dan 4.

(2) n habis dibagi 6.

Pembahasan:

(1) Kelipatan 3 & 4 → KPK = 12 → cukup.

(2) Kelipatan 6 bisa 6,12,18 → tidak selalu 12 → tidak cukup.

Jawaban: a

  1. Apakah siswa A lebih tinggi dari siswa B?

(1) A lebih tinggi dari C, C lebih tinggi dari B.

(2) A lebih pendek dari D, D lebih tinggi dari B.

Pembahasan:

(1) A > C > B → A > B → cukup.

(2) A < D, D > B → A bisa lebih tinggi atau lebih pendek dari B → tidak cukup.

Jawaban: a.

  1.  Apakah suatu perusahaan untung tahun ini?

(1) Keuntungan kotor lebih besar daripada biaya produksi.

(2) Keuntungan bersih positif.

Pembahasan:

(1) Untung kotor > biaya produksi → belum tentu bersih positif (karena ada pajak/beban lain).

(2) Bersih positif → sudah pasti untung → cukup.

Jawaban: b.

Baca juga: Beasiswa LPDP: Contoh soal TBS LPDP Penalaran Kuantitatif (Aritmatika Dasar) dan tipsnya

  1.  Apakah x > y?

(1) x + y = 40.

(2) x − y = 10.

Pembahasan:

(1) Jumlah saja → tidak tahu siapa lebih besar.

(2) x − y = 10 → jelas x > y → cukup.

Jawaban: b.

  1. Apakah titik (x,y) berada di kuadran I (x>0, y>0)?

(1) x·y > 0.

(2) x + y > 0.

Pembahasan:

(1) x·y > 0 → x,y sama tanda (positif-positif atau negatif-negatif).

(2) x+y > 0 → bisa dua-duanya positif, bisa salah satu besar positif menutupi negatif → tidak cukup.

Gabungan → hanya kombinasi (x>0, y>0) yang memenuhi → cukup.

Jawaban: c.

  1. Apakah siswa A lebih pintar dari siswa B?

(1) Nilai A lebih tinggi dari C, nilai C lebih tinggi dari B.

(2) Nilai A = nilai B.

Pembahasan:

(1) A > C > B → A > B → cukup.

(2) A=B → tidak bisa dikatakan lebih pintar → tidak cukup.

Jawaban: a.

  1. Apakah jumlah dua dadu = 7?

(1) Jumlahnya bilangan ganjil.

(2) Salah satu dadu menunjukkan 4.

Pembahasan:

(1) Jumlah ganjil → bisa 3,5,7,9,11 → tidak cukup.

(2) Salah satu 4 → total bisa 5–10 → tidak cukup.

Gabungan → jika salah satu 4 dan jumlah ganjil → kemungkinan hanya (3,4) atau (4,3) → jumlah 7 → cukup.

Jawaban: c.

  1. Apakah bilangan k lebih besar dari 50?

(1) k² > 2500.

(2) k positif.

Pembahasan:

(1) k² > 2500 → k > 50 atau k < −50 → tidak pasti.

(2) k positif → bisa kecil atau besar → tidak cukup.

Gabungan → k² > 2500 dan k positif → k > 50 → cukup.

Jawaban: c.

Baca juga: Beasiswa LPDP: Contoh soal TBS Penalaran Kuantitatif (Geometri & Pengukuran) dan tipsnya 

Hal-hal yang sering bikin gagal saat ngerjain soal kecukupan data TBS LPDP

  1. Salfok alis salah fokus: Cari Nilai, Bukan Kecukupan

Banyak peserta mencoba menghitung jawaban akhir (berapa x, berapa umur A, dll).

Padahal yang ditanya adalah “Apakah informasi cukup untuk menjawab?”

👉 Akhirnya buang waktu & tetap salah.

  1. Lupa Menguji Pernyataan Satu per Satu

Peserta langsung menggabungkan data (1) dan (2) tanpa mengecek masing-masing.

👉 Padahal langkah resmi:

  • Cek (1) sendiri.
  • Cek (2) sendiri.
  • Baru cek kombinasi.
  1. Terjebak pada “Satu Jawaban Contoh”

Kalau dari data bisa muncul lebih dari 1 kemungkinan, itu berarti tidak cukup.

Contoh jebakan:

(1) x² = 25 → bisa x=+5 atau x=−5 → tidak cukup.

Banyak peserta langsung jawab “cukup”.

  1. Tidak Teliti dengan Kata Kunci
  • “Lebih besar dari” ≠ “sama dengan”
  • “Genap” ≠ “bilangan habis dibagi 2” (bisa negatif juga)
  • “Kelipatan 6” = habis dibagi 6, bukan hanya 2 & 3

👉 Kesalahan baca detail ini bikin salah.

  1. Menganggap Kuadrat & Akar Sama
  • x² = 9 → x = ±3 (dua jawaban).
  • √9 = 3 (hanya positif).

👉 Banyak yang ketukar.

  1. Tidak Paham Nilai Mutlak

|x| = 4 → x = +4 atau −4.

Banyak peserta lupa bahwa nilai mutlak punya 2 cabang.

  1. Lupa Bahwa Soal Bisa Tidak Cukup Sama Sekali

Kadang baik (1), (2), maupun gabungan tetap tidak cukup.

👉 Peserta cenderung ragu pilih opsi E (“keduanya tidak cukup”), padahal sering muncul.

  1. Salah Kaprah Pola Jawaban

Banyak peserta mikir “jawabannya pasti C (gabungan cukup)”.

Padahal LPDP sengaja bikin variasi seimbang.

👉 Kalau terlalu sering jawab C, mungkin salah analisis.

Baca juga: Beasiswa LPDP: Contoh soal TBS Penalaran Kuantitatif (Word Problem) dan tipsnya 

Tips jitu mengerjakan soal Kecukupan Data TBS LPDP

  1. Pahami Instruksi Dasar

Biasanya opsi jawabannya standar:

  • A: Pernyataan (1) cukup, (2) tidak cukup
  • B: Pernyataan (2) cukup, (1) tidak cukup
  • C: Keduanya cukup jika digabung, tapi masing-masing tidak cukup
  • D: Masing-masing cukup
  • E: Keduanya tidak cukup
  1. Jangan Hitung Nilai, Fokus ke Kecukupan
  2. Uji Setiap Pernyataan Terpisah
  3. Waspadai Kasus Ganda (±, ganjil-genap, positif-negatif)

Banyak jebakan soal berupa solusi ganda, misalnya:

  • x² = 25 → x bisa +5 atau −5 (dua kemungkinan).
  • x² > 9 → x > 3 atau x < −3 (dua kemungkinan).

👉 Kalau masih ada lebih dari 1 kemungkinan, berarti tidak cukup.

  1. Gunakan Logika, Bukan Kalkulator
  2. Perhatikan Kata Kunci

Soal sering pakai kata kunci:

  • genap/ganjil
  • lebih besar/lebih kecil
  • kelipatan/faktor
  • positif/negatif

👉 Artinya: sering bukan menghitung angka, tapi menilai sifat bilangan.

  1. Jangan Terjebak “Data Terlalu Spesifik”

Contoh jebakan:

  • (1) 3+5=8 

Jadi walaupun pernyataan terlihat benar, itu belum cukup.

  1. Latihan Pola Soal Berulang

Ada pola khas yang sering keluar:

  • kuadrat & akar (solusi ±)
  • pembagian habis (kelipatan)
  • segitiga/sudut (geometri dasar)
  • rata-rata/jumlah (aritmetika)

👉 Kenali polanya, biar cepat saat ujian.

  1. Gunakan Strategi Eliminasi Jawaban
  2. Gunakan Pendekatan Ekstrem (Extreme Value Testing)

Kalau data bisa menghasilkan lebih dari satu kondisi (misalnya positif/negatif, besar/kecil), coba uji nilai ekstrem.

👉 Contoh:

Apakah x > 0?

(1) x² = 4 → x = +2 atau −2 → dua jawaban → tidak cukup.

Baca juga: TBS Beasiswa LPDP: Soal TBS LPDP Penalaran Verbal dan Tipsnya 

  1. Kenali Soal “Sifat” vs “Nilai”
  • Kalau pertanyaan tentang nilai pasti (misal: x=berapa?), biasanya butuh kedua data.
  • Kalau pertanyaan tentang sifat (misal: x genap/ganjil, positif/negatif), sering kali cukup dengan satu data.
  1. Gunakan Teori Dasar Matematika
  • Bilangan prima → hanya punya 2 faktor.
  • Kelipatan & faktor → sering muncul, jadi hafalkan pola kelipatan kecil.
  • Geometri dasar → segitiga, persegi panjang, lingkaran.
  1. Biasakan Translasi Soal ke Bentuk Matematika

Kalimat panjang sering bikin bingung.

👉 Contoh:

“Apakah umur A lebih tua dari B?”

Ubah: Apakah A > B?

Baru cek pernyataan dengan simbol matematika.

  1. Hati-hati dengan Kuadrat, Akar, dan Nilai Mutlak
  • Kuadrat → dua kemungkinan (±).
  • Akar kuadrat → hanya positif.
  • Nilai mutlak → bercabang kasus.

👉 Soal jenis ini sering jebakan

Baca juga: Soal dan Bocoran Rahasia Lolos TBS LPDP Ala Awardee Bikin Kamu Paham Pola dan Auto Lolos

Mau lolos seleksi TBS LPDP? Scholars punya rahasianya!

Leave a Reply

Your email address will not be published.