Rupiah Melemah! Daripada Panik, Lakukan Ini Untuk Membantu Ekonomi Indonesia

Rupiah Melemah, Daripada Panik Lakukan Ini Untuk Membantu Ekonomi Indonesia

 

Lagi ramai bahas tentang dollar yang semakin menguat menyebabkan rupiah terus merosot menjadi 15 ribu yang awalnya ada di kisaran 14 ribu. Hmmm merosot kok nilainya naik ya Hehe. Dalam kasus ini, kamu harus tahu dulu apa penyebab sebenarnya dari pelemahan rupiah. Dengan begitu, reaksi yang kamu lakukan dapat menjadi solusi dari permasalahan ini. Salah langkah dalam mengambil keputusan akan berdampak pada semakin memburuknya ekonomi Indonesia. Yo! Yo ayo! Bahu membahu menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan.

Baca juga: Mengapa Sulit Memahami Pelajaran yang Dibenci

Pertama mulai dari istilah. Isitilah penguatan nilai dollar dan pelemahan nilai rupiah memang seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, tapi kondisi tersebut tidak terlepas dari beberapa skenario berikut:

Pertama, Penguatan nilai dollar terjadi disebabkan karena ekonomi negara pemilik dollar, dalam hal ini Amerika, mengalami pertumbuhan positif, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mengalami pertumbahan positif. Tapi, pertumbuhan ekonomi Amerika jauh lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kedua, ekonomi Amerika mengalami pertumbuhan positif, ekonomi Indonesia tidak mengalami pertumbuhan (tetap). Ketiga, ekonomi Amerika mengalami pertumbuhan positif, sedangkan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif. Keempat, ekonomi Amerika tidak mengalami pertumbuhan (tetap), sedangkan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif.

Keempat skenario di atas tentu saja masih bisa dijelaskan lagi dengan lebih detail sekaligus bagaimana dampaknya bagi Indonesia. Namun, sebaiknya pembahasan ini fokus pada yangmana kondisi Indonesia dari empat skenario di atas.

Ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terkahir ini tumbuh dengan baik. Banyak indikator-indikator yang menjadi landasan dari argumentasi tersebut yang salah satunya adalah Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi nomor empat terbaik di dunia. Dengan begitu, terlihat bahwa skenario yang terjadi pada Indonesia adalah ekonomi negara pemilik dollar, dalam hal ini Amerika, mengalami pertumbuhan positif, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbahan positif. Tapi, pertumbuhan ekonomi Amerika jauh lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kondisi tersebut tidak lepas dari hukum paling sederhana dalam ilmu ekonomi yaitu ‘semakin langka sebuah barang, semakin mahal harganya’. Dollar, selain sebagai mata uang, juga pada prakteknya kemudian juga berfungsi sebagai barang yang dapat diperjual belikan. Dengan begitu, hukum ekonomi ‘semakin langka sebuah barang, semakin mahal harganya’ juga berlaku pada dollar. Dari sini dapat diambil kesimpulan sementara dan sederhana bahwa saat kondisi ekonomi Amerika dan Indonesia baik tapi nilai tukar mata uang dollar-rupiah naik, faktor penyebabnya adalah Jumlah dollar yang ada di Indonesia semakin langka. Kondisi ini juga terjadi pada negara-negara lain terutama negara berkembang seperti Argentina dan Turki.

Baca juga: Sering Galau Berakibat Buruk Bagi Kecerdasan

Kelangkaan dollar di Indonesia disebabkan karena ‘banyak dollar pulang kampung’. Hal tersebut menyusul kebijakan presiden Amerika, Donald Trump, yang berkata ‘kalau you you semua invest di Amerika, saya kasik kamu keuntungan 10%. Ini bakal untungin you you semua banget karena di negara lain only 3%’. Akhirnya, dollar pun bermigrasi. Kondisi tersebut membuat Indonesia kekurangan uang. Dollar yang sudah ditangan, tiba-tiba hilang.

Solusinya adalah jika kamu punya dollar, tukar saja dulu ke rupiah. Ini membantu menambah jumlah dollar yang ada di Indonesia. Tapi ya kalau orang kayak saya. Jangankan punya, pegang dollar aja gak pernah hehe. Selain itu, kamu juga bisa tunda dulu jalan-jalan ke luar negeri. Kamu pasti paham kalau dolanan ke luar negeri pasti kamu harus tuker rupiah ke dollar dulu. Ini menyebabkan jumlah dollar di Indonesia semakin berkurang. Ah lagi-lagi solusi ini belum menyentuh saya. Jangankan ke Luar Negeri, jalan-jalan ke town square aja kalau lebaran. Itu pun cuman buat beli satu sarung, banyakan ngademnya.

Alasan ‘banyak dollar pulang kampung’ juga berpengaruh pada kegiatan impor. Barang-barang dari luar negeri seperti smartphone dan Personal Computer (PC) akan bertambah mahal seiring dengan penguatan nilai dollar. Selain itu, ekonomi Indonesia akan memiliki lebih banyak beban ketika harus membeli barang-barang yang disubsidi seperti BBM. Alasannya begini ketika harga BBM di luar negeri 20 ribu tapi di dalam negeri dijual 10 ribu pada dasarnya pemerintahlah yang membayar 10 ribu sisanya. Mekanisme ini yang kemudian disebut dengan subsidi.

Solusi untuk permasalahan di atas adalah menunda membeli barang-barang elektronik seperti smartphone dan Personal Computer (PC). Dengan begitu, dollar yang lari dari Indonesia untuk membeli smartphone dan Personal Computer (PC) semakin berkurang.

Kemudian, gunakanlah transportasi publik. Dengan menggunakan transportasi publik, kamu membantu dalam menghemat BBM. Ketersediaan BBM dalam negeri membuat Indonesia menunda impor BBM. Solusi ini memberikan dua keutungan yaitu dollar tidak lari dari Indonesia dan uang Indonesia untuk subsidi dapat dialokasikan untuk hal lain.

Terakhir, membeli produk lokal. Produk lokal relatif lebih aman untuk dibeli karena tidak berhubungan langsung dengan impor. Selain itu, membeli produk lokal membuat perekonomian Indonesia terus berjalan. Dengan begitu, masih ada harapan untuk terus menguatkan ekonomi rupiah dan menekan dominasi dollar.

Mungkin, dollar pulang kampung adalah sebuah masalah yang bisa dijadikan bangsa Indonesia untuk bahu-membahu memajukan negara ini dengan menjadi kesempitan sebagai sebuah kesempatan. Kita sebagai bangsa sudah pernah berhasil untuk menghadapi permasalahan penjajahan bersama-sama. Kita hanya perlu untuk melempar senyum dan saling percaya untuk bersama-sama lagi berkontribusi dalam bidang masing-masing untuk menghadapi permasalahan dibidang ekonomi ini.

Baca juga:
Bagaimana Senyum Membuat Hidup Lebih Indah

Leave a Reply

Your email address will not be published.