Bedah Format Penulisan Proposal Penelitian Beasiswa LPDP 2021

Bedah Format Penulisan Proposal Penelitian Beasiswa LPDP 2021

Proposal penelitian merupakan salah satu persyaratan wajib yang harus diupload pada saat pendaftaran. Proposal penelitian ini hanya dipersyaratkan untuk pendaftar jenjang doktoral atau S3. Bagi kamu yang hendak mendaftar beasiswa LPDP, khususnya untuk jenjang S3, yuk simak artikel berikut mengenai bedah format penulisan proposal penelitian beasiswa LPDP tahun 2021. Untuk persiapan beasiswa lain, click disini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Dalam penulisan proposal penelitian tentunya terdapat sistematika tersendiri. Nah, beasiswa LPDP juga menentukan sistematika atau format penulisan proposal penelitian. Pihak beasiswa LPDP menetapkan batasan 1500 hingga 2000 kata dalam proposal yang ditulis. Selain itu, berikut adalah poin-poin utama yang harus ada dalam proposal penelitian yang ditulis:

Baca juga: Fakta Unik dan Menarik Beasiswa LPDP Prestasi Talenta untuk Kuliah S1 Dalam dan Luar Negeri

Judul Penelitian

Judul penelitian adalah hal pertama yang harus kamu tuliskan dalam proposal penelitian. Tentunya, judul adalah bagian yang harus kamu pikirkan matang-matang. membuat judul pun tak serta merta hanya sekedar menuliskan rangkaian kata. Namun, perlu dipertimbangkan mengenai kebaharuan ide dan kesesuaiannya dengan jurusan yang akan didaftar.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP untuk Kuliah di Melbourne University

Latar Belakang

Poin kedua yang tak kalah pentingnya adalah latar belakang. Pada bagian latar belakang, deskripsikan seperti apa topik dan isu yang akan kamu teliti. Latar belakang merupakan bagian inti yang menentukan seberapa berbobot penelitian tersebut, karena itu usahakan kamu menuliskan latar belakang penelitianmu dengan maksimal. Selain itu, jabarkan juga apa pentingnya dari topik dan isu tersebut. Usahakan kamu mampu seperti apa dampak atau signifikansi dari penelitian yang akan kamu lakukan.

Baca juga: Pengalaman Mendapatkan Beasiswa LPDP

Perumusan Masalah

Jika di bagian latar belakang telah disebutkan mengenai isu atau masalah yang ada, maka di bagian perumusan masalah ini, sebutkanlah alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan. Kamu juga bisa menyebutkan masalah-masalah yang terjadi dan membutuhkan solusi sehingga penelitian ini benar-benar harus diselesaikan.

Baca juga: Apa yang harus dilakukan untuk Menghadapi wawancara beasiswa LPDP

Pertanyaan atau Tujuan Penelitian

Poin penting selanjutnya adalah pertanyaan/tujuan penelitian. Sebutkan secara singkat tujuan seperti apa yang hendak kamu capai melalui penelitian ini. Tentunya tujuan tersebut sejalan dengan latar belakang serta rumusan masalah yang telah kamu sebutkan di poin sebelumnya. Jadi, jangan sampai kamu menuliskan tujuan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan latar belakang dan rumusan masalahmu.

Baca juga: Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP Universitas Sydney Australia Part 1

Kelogisan

Kelogisan atau rationable adalah poin pendukung dari poin-poin yang telah dituliskan sebelumnya, mulai dari latar belakang, rumusan masalah, hingga pertanyaan/tujuan penelitian. Di bagian kelogisan ini, kamu bisa menjabarkan hipotesis (jika ada) serta model penelitian yang mendukung tujuan dari penelitian yang akan kamu laksanakan. Selain itu, kamu bisa menambahkan penjabaran mengenai kontribusi teoritis dan praktis jika hipotesis yang ada tidak terbukti.

Baca juga: [Bagian 2] Pengalaman Meraih Beasiswa LPDP Universitas Sydney Australia

Metode dan Desain

Untuk bagian metode dan desain, kamu bisa menjabarkan mengenai teknik pengumpulan data yang kamu lakukan. Seperti apa teknik analisis dari data yang telah dikumpulkan untuk membuktikan hipotesis yang ada. Kamu juga bisa menambahkan rancangan jadwal penelitian mulai dari awal hingga berakhirnya penelitian tersebut. Usahakan kamu menjabarkannya dengan detail sehingga bagian ini benar-benar jelas.

Baca juga: Tips menulis statemet of purpose beasiswa LPDP

Signifikansi atau Manfaat

Signifikansi atau manfaat adalah bagian yang tak boleh kamu lewatkan dalam menulis proposal penelitian. Jabarkan secara umum seperti apa manfaat dari penelitian tersebut baik manfaat secara teoritisnya maupun dari segi praktisnya.

Baca juga: Tips Menghadapi Wawancara Untuk Beasiswa LPDP

Kesimpulan dan Saran

Pada dasarnya, setiap karya ilmiah yang ditulis selalu dibuat bersama dengan kesimpulan dan saran. Untuk proposal penelitian beasiswa LPDP pun sama saja, tiap pendaftarnya wajib mencantumkan kesimpulan dan saran di bagian akhir proposal penelitian. Kamu bisa mendeskripsikan secara umum, namun pastikan tetap singkat mengenai isi dari proposalmu. Cukup deskripsikan poin utamanya dan jangan sampai pembahasannya justru meluas.

Baca juga: Langkah Awal Meraih Beasiswa LPDP

Daftar Pustaka

Salah satu bagian terpenting yang tak boleh ketinggalan dalam proposal penelitian yang kamu tulis adalah daftar pustaka atau daftar rujukan. Jangan sampai kamu mengutip suatu teori dari buku, jurnal, atau sumber lain sementara kamu tidak mencantumkan referensinya. Hal ini bisa menjadi salah satu penilaian yang tentunya berpengaruh dalam menentukan lolos atau tidaknya berkas pendaftaranmu.

Baca juga: Persiapan Awal Beasiswa LPDP

Leave a Reply

Your email address will not be published.