Culture Shock Kuliah di Jepang

Culture Shock Kuliah di Jepang

Bagi kamu yang ingin kuliah ke luar negeri, khususnya ke Jepang, maka kamu perlu membaca artikel ini. Kuliah di luar negeri memang memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah perbedaan budaya antara negara asal dan negara baru. Nah, bagi kamu yang bercita-cita untuk kuliah di Jepang, yuk simak artikel tentang culture shock yang bisa saja kamu alami selama kuliah di Jepang. Untuk persiapan beasiswa lain, click di sini.

Baca juga: Jasa Penerjemah Tersumpah

Baca juga: Kursus Bahasa Inggris Basic, TOEFL 600+ IELTS 8.5

Tanpa Ospek

Memasuki tahun ajaran baru biasanya dimulai dengan ospek bagi para mahasiswa baru. Namun, kebiasaan ini berlaku di Indonesia. Hal tersebut tak berlaku di Jepang. Tak akan ada ospek atau masa orientasi saat kamu menjadi mahasiswa baru. Tahun ajaran baru maka kamu akan langsung belajar, bukannya mengikuti serangkaian kegiatan ospek dan perkenalan dengan kakak-kakak tingkat.

Baca juga: Culture Shock Kuliah di Korea Selatan Part 1

Kedisiplinan Dosen

Tingkat kedisiplinan dosen terkenal sangat tinggi di Jepang. Jika dosen telah menetapkan satu aturan, maka jangan sampai kamu menyepelekannya. Jangan menyamakan dengan negara asal yang kemungkinan besar selalu memberikan kesempatan kedua dan seterusnya. Tapi, belajarlah juga untuk menjadi disiplin, mengikuti kebiasaan dosen-dosenmu.

Baca juga: Culture Shock Kuliah di Korea Selatan Part 1

Sistem Absensi

Pengecekan daftar hadir menggunakan sistem barcode, loh. Canggih, bukan? Jadi, bagi kamu yang berniat kuliah dengan sistem titip-titip absen kepada teman tidak akan bisa. Jika kamu tidak masuk, maka akan langsung terhitung tidak hadir. Maka perhatikanlah kehadiranmu selama perkuliahan, hal ini bisa menjadi faktor penting loh untuk menentukan kelulusan, apalagi dosen-dosen di Jepang sangat disiplin.

Baca juga: Daftar Beasiswa ke Jepang Tanpa LoA

Tanpa Grup Kelas

Jika di Indonesia biasanya kamu memiliki grup online dengan teman-teman sekelas, atau bahkan grup untuk tiap mata kuliah, maka di Jepang tidak ada. Jadi, kamu tidak akan mendapatkan info-info perkuliahan melalui grup chat. Nah, untuk mendapatkan info-info perkuliahan, kamu yang harus aktif bertanya kepada dosen selama proses perkuliahan. Karena itulah, kehadiran sangat penting.

Baca juga: 10 Rekomendasi Universitas untuk Kuliah di Tokyo Jepang

Tingkat Individualisme

Tingkat individualisme orang-orang Jepang terbilang sangat tinggi. Hal inilah yang sangat berbeda dengan orang-orang di Indonesia yang masih sangat mengandalkan kebiasaan saling membantu sesama. Sementara di Jepang, mereka tidak begitu peduli dengan orang lain di sekitarnya. Karenanya, menemukan orang yang saling menyapa dan saling membantu terbilang jarang. Kamu harus bisa mengandalkan diri sendiri dan bersikap mandiri.

Baca juga: Pengalaman Kuliah di Jepang

Leave a Reply

Your email address will not be published.